Klaim Belum Dibayarkan BPJS, RSU Bahteramas Mengadu ke Wagub

1
48
  • 45
    Shares
Wagub Sultra H Lukman Abunawas meninjau ruang Hemodialisis di RSU Bahteramas, Kendari, Selasa (18/12/2018). (foto:AH/SERUJI)

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Manajemen profesional yang selama ini diterapkan pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Bahteramas, Kendari, Sulawesi Tenģgara (Sultra), terancam. Pasalnya utang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak kunjung dibayarkan meski sudah berulangkali ditagih.

“Terus terang utang BPJS itu cukup besar, dan kami sudah sering menagih sejak Mei lalu, tapi sampai sekarang tak kunjung dilunasi. Padahal kami butuh banyak uang untuk mengendalikan kegiatan rutin, termasuk membayar obat, gaji karyawan dan biaya operasional lainnya,” kata Direktur RSU Bahteramas dr Yusuf Hamra kepada Wagub Sultra H Lukman Abunawas sesaat usai gunting pita peresmian beberapa ruang pelayanan baru RSU Bahteramas, Kendari, Senin (17/12).

Menurut Yusuf Hamra akibat utang BPJS Kesehatan yang tak kunjung dilunasi sejak Mei lalu, muncul banyak permasalahan baru, diantaranya terbatasnya stok obat, juga tak terpenuhinya target pencapaian pendapatan.

Masalah terbatasnya stok obat berdampak langsung ke pasien sehingga pelayanan RSU sempat dikeluhkan masyarakat.

Untung saja, kata Yusuf Hamra, jajaran karyawan dan segenap tenaga dokter RSU Bahteramas tergolong bagus pengabdiannya sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap lancar dan dipuji masyarakat

Menanggapi penjelasan Yusuf Hamra tersebut, Wagub Sultra mengingatkan semua pihak, termasuk masyarakat dan pihak BPJS Kesehatan agar mendukung kegiatan RSU Bahteramas dalam melancarkan pelayanan kesehatan.

“Masalah kesehatan adalah persoalan berat daerah ini sejak beberapa tahun lalu. Karenanya, masalah kesehatan menjadi salah satu dari lima program utama 100 Hari Gubernur Sultra,” kata Wagub Lukman Abunawas kepada wartawan di RSU Bahteramas, Selasa (18/12).

Ruang pelayanan baru yang diresmikan Wagub Sultra meliputi ruang opname, ruang operasi, dan ruang hemodialisis. Sebelum memiliki ruang hemodialisis, pasien dari daerah Sultra yang terkena gangguan ginjal dan harus menjalani cuci darah harus berobat di Makassar atau rumah sakit lainnya di Jawa. (AH/SU05)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU