“Kami juga sudah menjalin komunikasi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Tembagapura dan beberapa kampung sekitar itu. Ini semua sebagai bentuk bahwa aparat kepolisian maupun TNI hadir di tengah masyarakat untuk melindungi mereka. Langkah-langkah seperti itu tetap akan terus dikedepankan untuk menyelesaikan permasalahan di Tembagapura,” jelas Kamal.
Kelompok separatis yang melakukan teror tersebut sudah hampir tiga pekan menduduki dan menguasai beberapa kampung di sekitar Tembagapura seperti Banti, Kimbeli, Utikini Lama, Opitawak bahkan hingga Aroanop.
Kelompok tersebut juga semakin masif melakukan penyerangan kepada aparat keamanan, karyawan PT Freeport dan subkontraktornya maupun warga sipil. Sejauh ini sudah dua orang anggota Brimob Detasemen B Polda Papua tewas akibat diberondong tembakan oleh KKB dan sejumlah rekan mereka mengalami luka-luka. (Efka/ARif R)
