Cegah Kebakaran Hutan, Polisi Hambau Lewat Spanduk Berbahasa Daerah

SUMBA TIMUR, SERUJI.CO.ID – Antisipasi kebakaran hutan yang sering terjadi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sumba Timur melakukan pemasangan spanduk dengan memakai bahasa daerah.

Pemasangan spanduk yang dilakukan Pores Sumba Timur melalui Satuan Binmas berupa himbauan kepada masyarakat pedalaman untuk menghindari kebakaran hutan yang terjadi di berbagai tempat di Sumba Timur yang bersumber dari pembakaran lahan kering.

“Pemasangan spanduk ini kita gunakan dengan tulisan bahasa daerah, supaya masyarakat lebih cerna dengan bahasanya berupa himbauan,” kata Kepala Satuan Binmas Polres Sumba Timur, Iptu I Ketut Suardana saat dikonfirmasi, Ahad (11/3).

Menurutnya, antisipasi kebakaran hutan ini dilakukan sebelum terjadinya musim kemarau, sebab pada musim kemarau masyarakat di pedalaman mulai membakar lahan yang berimbas pada hutan lindung.

Ia menjelaskan, kebakaran hutan memiliki dampak yang besar karna dapat merusak habitat yang ada dalam hutan tempat hidupnya satwa liar, belum lagi dampak terjadinya longsor dan banjir di pedalaman.

“Jadi himbauan kami melalui spanduk yang bertuliskan bahasa daerah mudah-mudahan masyarakat pedalaman dapat memahaminya, inipun buat kita semua, jika dilihat dapat mengganggu kesehatan manusia dan secara ekonomi dapat merugikan daerah dan negara,” pungkasnya. (Habibuddin/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER