Bupati Arhawi: Wakatobi Menyediakan Banyak Lapangan Kerja Bagi Orang Kreatif

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Bupati Wakatobi Arhawi menegaskan bahwa sejak ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata ‘Bali Baru’ 2 tahun silam, hingga kini Wakatobi tak pernah sepi lapangan kerja di sektor swasta.

“Banyak lapangan kerja di daerah ini. Kalau mau jadi Pegawai Negeri Sipil peluangnya memang terbatas, tapi pekerjaan di sektor swasta banyak. Upah kerjanya juga sudah disesuaikan dengan standar nasional, sehingga banyak anak anak dari Jawa yang justru memanfaatkan kesempatan kerja di Wakatobi,” ujar Bupati Arhawi kepada SERUJI, Selasa (17/4).

Dan yang mengherankan, lanjut Bupati, anak muda di daerah ini malah berlomba cari kerja di daerah lain.

Arhawi memberi penegasan itu, menanggapi berita SERUJI tanggal 9 April tentang terbatasnya lapangan kerja di Wakatobi yang menyebabkan ratusan warga Wakatobi mencari kerja di daerah lain.

Kepada SERUJI, Selasa (16/4) malam, melalui telepon Bupati menegaskan bahwa kesempatan bekerja sebagai aparatur sipil negara memang susah dan sangat terbatas. Tapi kerja di sektor swasta banyak. Mau kerja sebagai wirausaha, Pemkab bahkan siap merekomendasi untuk mendapatkan pembiayaan bank.

“Jadi tidak ada yang susah disini. Hanya anak anak yang tidak kreatif saja yang mengeluh, lalu pindah ke daerah lain untuk mencari kerja,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, untuk mengurangi keluhan dari anak anak yang tidak kreatif, bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja di Kendari, Pemkab Wakatobi akan mendidik dan melatih anak anak muda Wakatobi menjadi montir, instalatir, ahli perbengkelan, dan beragam keahlian lain termasuk menjahit, wirausaha dan mendirikan usaha poultry shop.

Tidak cuma itu, kata Arhawi, baru-baru ini Pemda Wakatobi juga sudah bekerjasama dengan sejumlah lembaga pendidikan pariwisata di Bali dan Jakarta.

Melalui kerjasama itu, jelasnya, Pemda Wakatobi akan mengirimkan sejumlah pelajar sekolah lanjutan atas untuk dibekali ilmu menata kamar hotel, membuat makanan ringan di hotel dan merancang paket perjalanan wisata.

“Juga bagaimana menjadi pekerja yang cakap dalam bidang tiketing,” ujarnya.

Sebagai daerah wisata, Arhawi menilai, Wakatobi butuh banyak tenaga kreatif yang berkemampuan khusus dalam bidang pelayanan kepariwisataan.

“Untuk memenuhi kebutuhan itu, sejumlah industru wisata di Wakatobi memanfaatkan tenaga kerja dari tempat tempat wisata di Jawa Bali,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER