Ternyata, Bukan Prabowo Penentu Pengisi Kursi Wagub DKI, Tapi Pria Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sudah lebih 2 bulan Sandiaga Uno resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, karena maju sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kursi yang ditinggal Sandiaga itu akan segera terisi, agar Gubernur DKI Jakarta tidak lagi sendiri memimpin Ibu Kota Indonesia tersebut.

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Luky Sandra Amalia mengatakan drama pengganti Sandiaga dapat cepat diselesaikan, bila Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra mengeluarkan instruksi yang jelas.

“Soal perebutan kursi wakil gubernur antara Gerindra dan PKS, saya rasa semua drama ini akan selesai ketika Pak Prabowo menginstruksikan kepada Gerindra karena walau bagaimana pun sampai saat ini Gerindra adalah milik Pak Prabowo,” kata Luky.

Baca juga: Sudah Lebih Satu Bulan, Belum Ada Juga Usulan Resmi Cawagub DKI Jakarta

Tapi ternyata, pernyataan Luky tersebut dan dugaan banyak pihak bahwa Prabowo lah penentu dalam mengisi kursi Wagub DKI, adalah salah.

Prabowo dengan tegas menyatakan bukan dia sebagai Ketum DPP Partai Gerindra yang menentukan pengisi kursi Wagub DKI, melainkan Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik.

“Soal wagub DKI tenang saja, you tunggu waktu pengumuman. Orangnya ada di sini tanya dia. Ketua Gerindra di DKI Jakarta adalah saudara M Taufik,” kata Prabowo di Stadion Klender, Jakarta, Rabu (24/10).

Baca juga: Pilih Berhenti Daripada Manfaatkan Fasilitas Cuti, Ini Alasan Sandiaga Uno

Prabowo menjelaskan bahwa sesuai mekanisma di Gerindra maka keputusan dalam menentukan pengganti Sandiaga Uno diserahkan kepada M Taufik yang merupakan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta.

“Kalau partai saya begitu, kalau ketua DPD di provinsi dia yang tentukan. Kalau ketua kabupaten DPC dia tentukan, saya bagaimana beliau lah,” kata capres nomor urut 02 itu.

Sementara Taufik mengatakan akan kembali melakukan komunikasi dengan PKS yang diperkirakan pekan depan terkait pengisi kursi DKI-2. Saat ini, nama calon wagub DKI pengganti Sandiaga Uno bakal diisi kader Gerindra atau PKS, sebagai partai pengusung saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. (Ant/ARif R)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

Video Detik-Detik Wiranto Diserang dan Ditusuk Orang Tak Dikenal

Mantan Panglima TNI tersebut, mengalami dua luka tusuk di bagian perutnya, dan langsung mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang untuk kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.