Kampung Susun Bukit Duri, Fahira: Jokowi-Ahok Yang Berjanji, Anies-Sandi Yang Lunasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang tidak mengajukan banding atas kemenangan gugatan class action penggusuran warga Bukit Duri dan akan segera melaksanakan putusan pengadilan bukan hanya disambut gembira warga Bukit Duri, tetapi diapresiasi banyak pihak.

Kebijakan pemimpin baru Jakarta ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menulasi janji politik Jokowi-Ahok saat kampanye dan terpilih pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu yang menjanjikan kampung di bantaran sungai tidak akan digusur tetapi direvitalisasi dan menjadikan Kawasan Bukit Duri sebagai pilot project kampung susun manusiawi di Jakarta.

“Saatnya melunasi janji kampung susun manusiawi yang bukan saja sudah dilupakan tetapi diingkari oleh pemimpin sebelumnya. Saya salut dengan kepemimpinan Anies-Sandi, karena demi kebahagian warga, rela dan berkomitmen penuh melunasi janji politik pemimpin terdahulu,” ujar Senator Jakarta Fahira Idris, lewat pesan tertulis yang diterima SERUJI, Rabu (1/11).

Karakter pemimpin seperti ini, lanjut Fahira, yang dibutuhkan Jakarta saat ini. Pemimpin yang tidak menyalah-nyalahkan pemimpin sebelumnya tetapi lebih menatap ke depan merealisasikan program-program yang memudahkan kehidupan warga

Fahira mengungkapkan, kawasan Buki Duri bukan hanya sangat cocok dijadikan pilot project Kampung Susun Manusiawi di Jakarta, tetapi juga menjadi komunitas yang tepat untuk mempraktikkan pola kepemimpinan partisipatif dan kolaboratif dalam membangun dan menyelesaikan persoalan Jakarta seperi yang dijanjikan Anies-Sandi saat kampanye.

Menurut Fahira warga Bukit Duri telah meletakkan dasar bagaimana warga bantaran sungai punya kesadaran penuh dan itikad baik untuk menata kampung mereka menjadi lebih baik. Selain itu, Warga Bukit Duri yang didukung penuh pegiat lingkungan, ahli tata kota, dan akademisi, bahkan sudah punya konsep bahwa normalisasi sungai dapat berjalan tanpa menggusur warga.

“Bukit Duri, lokasi yang tepat dijadikan Anies-Sandi untuk mempraktikkan pola kepemimpinan partisipatif dan koloboratif dalam membangun Jakarta yang selama tiga tahun belakangan ini tidak terjadi di Jakarta. Saya yakin jika Kampung Susun atau Kampung Deret dibangun, Warga Bukit Duri mampu menjadi pelaku aktif konservasi lingkungan sungai dan menginspirasi warga lain yang ada di Bantaran Sungai untuk melakukan hal yang sama,” ungkap Ketua Komite III DPD ini yakin.

Fahira berharap kemenangan warga Bukit Duri dapat membuka mata warga Jakarta bahwa sangat banyak kebijakan Gubernur terdahulu yang bukan hanya tidak transparan, tetapi juga tidak partisipatif dan tidak kolaboratif, menutup ruang-ruang dialog, tetapi juga punya potensi melanggar hukum.

“Bukit duri ini hanya salah satu dari sekian banyak kebijakan Pemprov DKI terdahulu yang tidak transparan, merugikan warga, dan berpotensi melanggar hukum. Belum lagi kalau kita bicara reklamasi, Rumah Sakit Sumber Waras, dan pembelian lahan di Cengkareng Barat. Bahkan terakhir, BPK DKI Jakarta, menemukan aset milik DKI senilai Rp10 triliun dari 6.000 aset yang belum diketahui keberadaannya meski tercatat dalam pendataan aset DKI. Ini PR besar Anies-Sandi untuk segera membereskannya,” pungkas Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) ini. (ARif R)

1 KOMENTAR

  1. Membuat rakyat peduli dan partisipatif untk turut serta merasa memiliki lingkungannya emang tdk mudah.Semoga sosok Gubernur yg berlatar pendidikan dan sdh berkiprah dlm kegiatan sosial spt Indonesia mengajar mampu terwujud

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi