Di Malam Hari Lebaran Kedua, Pengunjung Tugu Monas Semakin Ramai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jumlah pengunjung kawasan wisata Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, semakin malam semakin ramai pada hari kedua libur Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, Kamis (6/6).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas, Munjirin, dilansir dari Antara, di Jakarta, Kamis (6/6), mengatakan jumlah wisatawan sudah bertambah 38.073 orang menjadi 62.684 wisatawan pada Kamis (6/6) malam. Adapun pada Kamis (6/6) siang pukul 14.00 WIB, jumlah pengunjung Monas tercatat baru mencapai 24.611 orang.

“Di antara puluhan ribu orang yang datang, yang masuk ke Tugu Monas sebanyak 13.046 orang hingga pukul 19.00 WIB malam ini,” kata Munjirin.

Munjirin mengatakan sebagian besar pengunjung berdatangan pada malam hari ini karena ingin menyaksikan pertunjukan “Air Mancur Menari” yang ditampilkan pada dua sesi yakni 20.00 WIB dan 21.00 WIB.

“Kita akan gelar ‘Air Mancur Menari’. Kawasan wisata Monas akan kita buka hingga pukul 22.00 WIB,” ujar dia.

Pada Kamis (6/6) ini, Monas pertama kalinya dibuka untuk perayaan Libur Lebaran, setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Monas dan kawasan wisata lainnya di Ibu Kota pada hari pertama Lebaran.

Pemprov DKI Jakarta menutup Monas pada Rabu (5/6), hari pertama Libur Lebaran untuk memberikan kesempatan kepada pegawai UPT Monas merayakan Hari Lebaran

Salah satu pengunjung Monas, Fredi Aritonang, mengharapkan pertunjukan di kawasan Monas dapat lebih menarik dibandingkan pada 2018.

Fredi, yang membawa kedua anaknya, mengaku rela berdesakan naik TransJakarta dari rumahnya di Kalideres, Tangerang untuk menyaksikan pertunjukan yang menurutnya murah-meriah di kawasan Monas.

Namun, Fredi mengeluhkan jarak dari halte TransJakarta ke pintu masuk yang begitu jauh. Ia mengatakan, seharusnya pengelola kawasan Monas dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama agar alat transportasi umum seperti TransJakarta dapat mengantarkan pengunjung hingga pintu masuk Monas.

“Kalau seperti ini, saya harus jalan menggendong dua anak saya ke pintu masuk. Jaraknya sekitar satu kilometer, terus jalan lagi dari pintu masuk ke Tugu Monas, kan melelahkan,” ujarnya yang hendak memasuki pintu Monas di persimpangan Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Pengunjung lainnya, Yanuar Riski, mengapresiasi kebersihan dan fasilitas umum seperti WC yang jauh lebih baik dibanding 2018. Menurutnya, jarang terdapat sampah di dalam kawasan Monas seperti yang dia lihat pada tahun lalu.

“Sayangnya, ini baru buka saja, padahal saya sudah datang dari Depok pada Rabu (6/6) siang kemarin. Ternyata tutup, tapi kurang diinformasikan,” ujarnya.

Adapun mulai Kamis (6/6) ini, dan seterusnya kawasan wisata dan tugu Monas akan dibuka mulai pukul 07.30 hingga 22.00 WIB.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.