Status Gunung Agung Siaga, BI Bali Imbau Nasabah Tidak “Rush Money”

0
67
gunung agung
Gunung Agung di Bali. (Foto: Istimewa)

DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengimbau nasabah khususnya di Kabupaten Karangasem untuk tidak melakukan penarikan uang secara massal atau “rush money” menyikapi peningkatan status vulkanik Gunung Agung.

“Tidak perlu panik simpanan di bank aman dan sekarang sudah ‘online’, bisa ditarik di daerah lain,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Rabu (20/9).

Perbankan, kata dia, telah memiliki rencana kontijensi apabila ada bencana alam termasuk rencana dari bank sentral.

“BI bisa saja memindahkan operasional ke perwakilan BI di daerah terdekat apabila memang situasi di suatu daerah secara keseluruhan sudah darurat atau fatal akibat bencana alam,” tuturnya.

Senada dengan Causa, Pemimpin BNI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Putu Bagus Kresna mengatakan perbankan termasuk bank BUMN itu memiliki rencana kontijensi apabila menghadapi bencana alam.

“Setiap bank memiliki rencana kontijensi dan itu setiap tahun harus dilatih,” katanya.

Rencana tersebut meliputi keamanan jaringan hingga kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat.

Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Kanwil BRI Bali dan Nusa Tenggara Yoyok Mulawarman juga mengimbau nasabah untuk tidak melakukan penarikan massal karena sistem jaringan yang sudah “online” sehingga nasabah dapat melakukan penarikan di tempat yang tidak terdampak.

Saat ini, pihaknya terus memantau perkembangan di Gunung Agung setelah status vulkanik dinaikkan menjadi siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

BRI memiliki satu kantor cabang di Kabupaten Karangasem dengan jumlah unit yang cukup banyak hingga merambah ke pelosok desa.

Terkait jaringan perbankan, Yoyok mengaku saat ini tidak mengalami kendala karena BRI memiliki jaringan satelit tersendiri.

“Walaupun misalnya ada bencana, tidak ada pengaruh uang nasabah hilang. Nasabah masih tetap bisa mengakses keuangan mereka di tempat lain yang tidak terdampak karena sistem sudah ‘online,” ujar Yoyok.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Pleno KPU Jatim

Ini Hasil Tes Kesehatan Dua Pasangan Calon Pilgub Jatim 2018

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menggelar rapat pleno terbuka terkait pemberitahuan hasil penelitian kesehatan kedua pasangan calon gubernur dan wakil...
Ando

Pemuda Ini Nekat Jual Tiga Teman SMA Secara Online

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Tindakan Ando Sidabutar (18) boleh dibilang nekat. Lelaki kemayu ini, menjajakan tiga temannya di media sosial Facebook miliknya. Namun, belum lagi...
Jutaan PCC di Sidoarjo

Pelaku Digaji Rp7-9 Juta/Bulan Untuk Jaga Gudang Jutaan PCC

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dari hasil penyelidikan pihak Satreskoba Polresta Sidoarjo, hingga kini baru satu pelaku yang diamankan dalam kasus penyitaan jutaan pil Paracetamol Caffeine...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...