Status Gunung Agung Siaga, BI Bali Imbau Nasabah Tidak “Rush Money”

0
146
  • 12
    Shares
gunung agung
Gunung Agung di Bali. (Foto: Istimewa)

DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengimbau nasabah khususnya di Kabupaten Karangasem untuk tidak melakukan penarikan uang secara massal atau “rush money” menyikapi peningkatan status vulkanik Gunung Agung.

“Tidak perlu panik simpanan di bank aman dan sekarang sudah ‘online’, bisa ditarik di daerah lain,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Rabu (20/9).

Perbankan, kata dia, telah memiliki rencana kontijensi apabila ada bencana alam termasuk rencana dari bank sentral.

Loading...

“BI bisa saja memindahkan operasional ke perwakilan BI di daerah terdekat apabila memang situasi di suatu daerah secara keseluruhan sudah darurat atau fatal akibat bencana alam,” tuturnya.

Senada dengan Causa, Pemimpin BNI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Putu Bagus Kresna mengatakan perbankan termasuk bank BUMN itu memiliki rencana kontijensi apabila menghadapi bencana alam.

“Setiap bank memiliki rencana kontijensi dan itu setiap tahun harus dilatih,” katanya.

Rencana tersebut meliputi keamanan jaringan hingga kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat.

Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Kanwil BRI Bali dan Nusa Tenggara Yoyok Mulawarman juga mengimbau nasabah untuk tidak melakukan penarikan massal karena sistem jaringan yang sudah “online” sehingga nasabah dapat melakukan penarikan di tempat yang tidak terdampak.

Saat ini, pihaknya terus memantau perkembangan di Gunung Agung setelah status vulkanik dinaikkan menjadi siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

BRI memiliki satu kantor cabang di Kabupaten Karangasem dengan jumlah unit yang cukup banyak hingga merambah ke pelosok desa.

Terkait jaringan perbankan, Yoyok mengaku saat ini tidak mengalami kendala karena BRI memiliki jaringan satelit tersendiri.

“Walaupun misalnya ada bencana, tidak ada pengaruh uang nasabah hilang. Nasabah masih tetap bisa mengakses keuangan mereka di tempat lain yang tidak terdampak karena sistem sudah ‘online,” ujar Yoyok.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU