Status Gunung Agung Siaga, BI Bali Imbau Nasabah Tidak “Rush Money”

DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengimbau nasabah khususnya di Kabupaten Karangasem untuk tidak melakukan penarikan uang secara massal atau “rush money” menyikapi peningkatan status vulkanik Gunung Agung.

“Tidak perlu panik simpanan di bank aman dan sekarang sudah ‘online’, bisa ditarik di daerah lain,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Rabu (20/9).

Perbankan, kata dia, telah memiliki rencana kontijensi apabila ada bencana alam termasuk rencana dari bank sentral.

“BI bisa saja memindahkan operasional ke perwakilan BI di daerah terdekat apabila memang situasi di suatu daerah secara keseluruhan sudah darurat atau fatal akibat bencana alam,” tuturnya.

Senada dengan Causa, Pemimpin BNI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Putu Bagus Kresna mengatakan perbankan termasuk bank BUMN itu memiliki rencana kontijensi apabila menghadapi bencana alam.

“Setiap bank memiliki rencana kontijensi dan itu setiap tahun harus dilatih,” katanya.

Rencana tersebut meliputi keamanan jaringan hingga kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat.

Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Kanwil BRI Bali dan Nusa Tenggara Yoyok Mulawarman juga mengimbau nasabah untuk tidak melakukan penarikan massal karena sistem jaringan yang sudah “online” sehingga nasabah dapat melakukan penarikan di tempat yang tidak terdampak.

Saat ini, pihaknya terus memantau perkembangan di Gunung Agung setelah status vulkanik dinaikkan menjadi siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

BRI memiliki satu kantor cabang di Kabupaten Karangasem dengan jumlah unit yang cukup banyak hingga merambah ke pelosok desa.

Terkait jaringan perbankan, Yoyok mengaku saat ini tidak mengalami kendala karena BRI memiliki jaringan satelit tersendiri.

“Walaupun misalnya ada bencana, tidak ada pengaruh uang nasabah hilang. Nasabah masih tetap bisa mengakses keuangan mereka di tempat lain yang tidak terdampak karena sistem sudah ‘online,” ujar Yoyok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER