Solidaritas tinggi Sutopo Purwo Nugroho yang berada di Bali sejak aktivitas Gunung Agung meningkat awal September itu, menilai rasa solidaritas sesama masyarakat Bali yang tinggi ditunjukkan dengan banyak warga yang menawarkan rumah dan bangunannya sebagai tempat pengungsian.
Seorang masyarakat di Pejeng Timur, Kabupaten Gianyar, misalnya rumahnya bisa menampung pengungsi 50 orang. Ia juga menyiapkan fasilitas air bersih, tempat tidur, dan makanan sehari-hari.
Demikian pula I Nyoman Suardika di Kabupaten Klungkung menyediakan tempat penampungan ternak di wilayah Besang Kawan untuk para pengungsi secara gratis.
Selain itu, menyediakan tempat pengungsian di dekat kediamannya untuk kapasitas 30 orang sehingga pengungsi yang membawa ternak sapi bisa mencari pakan ternak di sekitarnya, sehingga pengungsi tidak perlu menjual ternaknya secara murah.
Bantuan masyarakat secara swadaya juga banyak dilakukan di berbagai tempat pengungsian lainnya. Solidaritas sosial yang tinggi itu merupakan modal yang luar biasa dalam mengatasi masalah pengungsi di tempat penampungan sementara.
Masyarakat secara mandiri dan spontan saling membantu anggota masyarakat yang mengungsi, sehingga sistem gotong royong yang diwarisi secara turun temurun masyarakat Bali kini masih terlihat kental.
“Solidaritas masyarakat itu layak diapresiasi dan didorong agar tidak tergantung pada bantuan pemerintah, meskipun pemerintah tetap akan memberikan bantuan kepada para pengungsi namun ada beberapa kendala di lapangan yang sangat dinamis,” ujar Sutopo Purwo Nugroho.
Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) telah membangun Posko Tanggap Darurat seperti untuk data para pengungsi dan bantuan bisa menghubungi “call center” Pusdalops Denpasar 0361- 223333 dan “emergency call” Denpasar 112.
Masyarakat yang ingin mengumpulkan donasi, baik berupa barang maupun uang, agar disetor melalui satu pintu, yaitu Posko Utama Satgas Siaga Darurat di Dermaga “Cruise” Tanah Ampo, Manggis, Kabupaten Karangasem melalui koordinator bantuan, Subadi.
Masyarakat juga dapat memberikan sumbangan minimal dicatat jumlah dan bentuk sumbangan untuk dapat disalurkan kepada pengungsi dengan “call center” Posko Darurat Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, dan masyarakat dapat menghubungi nomor 081353965324.
Sisir daerah rawan Komandan Kodim 1623/Karangasem Letkol Inf Fierman Sjafierial Agustus mengatakan pihaknya bersama tim gabungan sejak peningkatan status Gunung Agung menjadi awas melakukan penyisiran di daerah rawan bencana untuk mengevakuasi warga yang masih bertahan di beberapa desa di sekitar Gunung Agung.
Evakuasi itu dilakukan setelah PVMBG meningkatkan status aktivitas vulkanik Gunung Agung menjadi awas sehingga radius yang berbahaya itu harus dikosongkan dan tidak ada aktivitas apapun.
