Video: Senator Yang Salahkan Muslim Pada Penembakan Christchurch Ditimpuk Telur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Viral sebuah video di media sosial, Sabtu (16/3) yang memperlihatkan senator asal Queensland, Fraser Anning ditimpuk telur oleh seorang remaja Australia saat jumpa pers, Sabtu (16/3).

Terlihat di video tersebut, seorang remaja berkaus putih, yang berada di belakang Anning tiba-tiba mengeluarkan sebutir telur dan menimpuk ke kepala Anning sambil merekam dengan ponselnya.

Anning terlihat kaget, dan sejurus kemudian melayangkan tamparan ke remaja yang diinformasikan baru berusia 17 tahun tersebut. Dua tamparan sempat mendarat, sebelum pengawal Anning yang berada di lokasi berhasil mencegah.

Remaja tersebut kini ditahan kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Fraser Anning Senator Yang Salahkan Muslim Pada Peristiwa Christchurch

Masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, tempat lokasi penembakan teroris, Jumat (15/3/2019). (foto:google)

Anning adalah Senator yang menyalahkan muslim pada peristiwa penembakan keji oleh teroris pada jamaah shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) siang waktu setempat.

“Saya menentang segala bentuk kekerasan di masyarakat dan sepenuhnya mengutuk aksi pria bersenjata itu. Penyebab sebenarnya dari pertumpahan darah di jalanan Selandia Baru adalah program imigran yang mengizinkan Muslim fanatik masuk di Selandia Baru pada awalnya,” kata Anning dalam pernyataan kontroversilnya di Australia, Jumat (15/3).

Anning bahkan menuding bahwa walau korban peristiwa Christchurch tersebut adalah muslim, namun ummat muslim juga adalah pelakunya. “Seluruh agama Islam setara dengan fasisme,” ujarnya.

Pernyataan Anning tersebut dikecam warga Australia dan dunia, juga dikecam oleh PM Australia, Scot Morrison, karena dinilai telah menyakiti hati ummat muslim tidak hanya di Selandia Baru, juga dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

Video Detik-Detik Wiranto Diserang dan Ditusuk Orang Tak Dikenal

Mantan Panglima TNI tersebut, mengalami dua luka tusuk di bagian perutnya, dan langsung mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang untuk kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.