SOLO, SERUJI.CO.ID – Jalan tol Trans Jawa ruas Salatiga-Solo yang baru dibuka secara fungsional dan diresmikan Presiden Jokowi, Kamis (20/12) lalu, dikabarkan ambrol pada sejumlah titik pada bahu jalan pada Senin (24/12). Namun, hal itu segera diklarifikasi oleh pengelola jalan tol yaitu PT Jasa Marga Solo-Ngawi.
Menurut, Direktur Utama PT Jasa Marga Solo-Ngawi, David Wijayatno, jalan tol tersebut tidak mengalami ambrol pada bagian jalan tol yang sudah dibuka untuk umum.
Melainkan, yang terjadi adalah lereng samping jalan tol tergerus air hujan yang terjadi beberapa hari ini, karena saluran gendong belum sempurna, sehingga kondisinya belum berfungsi secara optimal.
“Sebenarnya, bukan ambrol atau ambles. Badan jalan tol masih utuh, hanya lerengnya saja yang tergerus, sehingga pembatas jalannya terlihat turun,” kata David kepada wartawan, Rabu (26/12).
Baca juga: Baru Diresmikan Jokowi, Talut Tol Salatiga-Solo Ambrol
David mengungkapkan, kondisi tanah yang turun tersebut sepanjang 20 meter, lokasinya ada di KM 489 arah ke Solo. Kemudian, untuk tinggi lereng tersebut mencapai dua sampai tiga meter.
David menyatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk memperbaiki lereng jalan tol yang rusak tersebut supaya kerusakan lereng tersebut tidak semakin meluas.
“Saat ini dalam proses perbaikan dan diperkirakan selesai dalam 3-4 hari ke depan,” terangnya.
Kerusakan lereng tersebut, kata David, tidak membahayakan maupun mengganggu lalu lintas kendaraan.
“Kendaraan masih bisa melewati jalan tol dengan aman karena telah dipasangi rambu traffic cone,” pungkasnya. (SU05)
