KAIRO, SERUJI.CO.ID – Tiga tentara Mesir tewas dalam sebuah kampanye 10 hari melawan gerilyawan yang berfokus di Semenanjung Sinai, kata militer Mesir pada Senin (19/2).
Ini adalah pertama kalinya militer melaporkannya jumlah korban dari pihak mereka sejak diluncurkannya kampanye militer itu pada 9 Februari.
Pernyataan tersebut tidak mengatakan di mana atau kapan tentara tersebut telah meninggal dunia.
Militer mengatakan telah membunuh puluhan gerilyawan dan menangkap ratusan tersangka petempur dan penjahat dalam operasi itu, yang berlangsung menjelang tenggat waktu tiga bulan dari Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk membersihkan Sinai Utara dari gerilyawan.
Sekelompok gerilyawan yang berbasis di Sinai bersumpah setia kepada kelompok IS pada tahun 2014. Serangan gerilyawan telah menewaskan ratusan orang tentara dan polisi dan sejumlah warga sipil.
Sisi sedang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan ulang pada Maret saat dia hampir dipastikan tidak memiliki lawan.
Presiden Abdel Fattah al-Sisi memerintahkan angkatan bersenjata pada November untuk mengalahkan gerilyawan dalam waktu tiga bulan setelah serangan terhadap sebuah masjid yang menewaskan lebih dari 300 orang, kekerasan paling mematikan di negara Arab yang berpenduduk padat itu.
Pemberontakan tersebut merupakan tantangan terbesar bagi pemerintah di sebuah negara yang berpenduduk paling padat di dunia Dunia Arab dan sekutu regional utama Amerika Serikat.
Sisi terpilih untuk masa jabatan pertamanya di tahun 2014 setelah tentara menggulingkan Presiden Mohamed Mursi menyusul protes massa terhadap pemerintahannya.
“Sementara itu pekan ini, pasukan keamanan Mesir membunuh 12 gerilyawan dan menahan 92 orang dalam tindakan keras yang terus berlanjut di Sinai,” kata militer dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh TV Negara.
