IDLIB, SERUJI.CO.ID – Iring-iringan pertama operasi militer Turki di provinsi Idlib, Suriah memasuki wilayah tersebut pada Kamis (12/10), kata dua orang Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan seorang saksi.
Iringan terdiri dari sekitar 30 kendaraan militer, kata Abu Khairo, seorang komandan kelompok FSA yang bermarkas di daerah itu. Rombongan memasuki wilayah Suriah di dekat persimpangan Bab al-Hawa, menurut saksi dari kalangan warga sekitar.
Mereka menuju ke Sheikh Barakat, daerah puncak bukit yang dapat memandang sebagian besar wilayah Suriah barat laut, daerah tersebut dikuasai oleh FSA. Selain itu juga dapat memantau daerah Afrin yang dikuasai oleh milisi YPG Kurdi.
Iring-iringan tersebut dikawal oleh petempur dari Tahrir al Sham, sebuah kelompok sekutu gabungan yang anggotanya termasuk bekas jaringan dari al-Qaida yang sebelumnya dikenal sebagai Front Nusra, kata Abu Khairo.
“Rombongan tentara Turki masuk di bawah perlindungan Tahrir al-Sham mengambil kedudukan di garis depan terhadap YPG,” kata petempur FSA lainnya di daerah tersebut.
Turki mengatakan pada Sabtu bahwa pihaknya akan melakukan sebuah operasi militer di Idlib dan sekitarnya sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai bersama Rusia dan Iran pada bulan lalu, untuk menerapkan sebuah daerah “penurunan ketegangan” di Suriah barat laut.
Daerah tersebut merupakan salah satu dari beberapa wilayah yang dibentuk di sekitar Suriah untuk mengurangi peperangan antar pemberontak, termasuk kelompok yang didukung oleh Turki, dan pasukan pemerintah dukungan Rusia dan Iran.

Tahrir al-Sham menentang kesepakatan tersebut, namun perannya dalam mengawal regu pengintai Turki pada Ahad menunjukkan bahwa tidak mungkin terjadi perselisihan militer langsung antara para petempur pemberontak dan Turki.
