Pengamat: Lewat Wayang, Soekarwo Sampaikan Pesan Filosifis Terkait Pilgub Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wayang kulit bukan hanya hiburan semata, tapi juga bisa menjadi wadah untuk menyampaikan risalah atau pesan penting kepada publik. Seperti halnya pertunjukan wayang kulit yang digelar oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo baru-baru ini di desa kelahirannya, Desa Palur, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat 6 Oktober, yang lalu.

Demikian disampaikan Direktur The Initiative Riset dan Survey, sekaligus Pengamat Politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi, yang menyebut Soekarwo ingin menyampaikan pesan berkaitan suksesi Gubernur Jatim berikutnya melalui wayang kulit tersebut.

“Kalau saya amati, ada beberapa pesan yang ingin Soekarwo sampaikan kepada publik,” kata Angga, sapaan akrabnya, kepada SERUJI, Ahad (8/10).

Pakde Karwo berikan sambutan pada-wayangan di desa palur Madiun. (foto:Doc Humas Pemprov)

Pesan pertama adalah, wayang kulit ini diharapkan tetap dijadikan sebagai simbol kejayaan budaya di Jatim yang harus tetap ada, dijaga, dan dilestarikan oleh Gubernur Jatim selanjutnya (priode 2019-2024).

Sebab dalam anthropology kebudayaan, kata Angga, wayang kulit bukan hanya hiburan rakyat saja, tapi juga sebagai kode kultural dan komunikasi politik untuk menyampaikan pesan dari pemimpin kepada rakyatnya.

“Karena itu, pemimpin Jatim priode berikutnya harus komitmen melestarikan budaya Jatim seperti halnya wayang kulit,” kata Angga.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER