SURABAYA – Ketua MPR Zulkifli Hasan mempersilakan pemerintah memperbarui film G30S/PKI untuk mempermudah generasi milenial dalam memahami pesan yang disampaikan.
“Menonton film yang lama atau bikin film baru sesuai perkembangan jaman silakan saja. Ini untuk pembelajaran sejarah saya kira penting,” kata Zulkifli Hasan di sela kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Selasa (19/9), menanggapi usul Presiden Joko Widodo agar film G30S/PKI diperbarui.
Zulkifli mengatakan dengan menonton film tersebut, maka masyarakat dapat memahami dan mempelajari hal-hal baik dan tidak baik terkait film tersebut.
“Melalui film tersebut semua bisa dipelajari,” ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengusulkan film G30S/PKI diperbarui agar lebih mudah dipahami oleh generasi muda.
“Ya nonton film apalagi mengenai sejarah itu penting akan tetapi untuk anak-anak milenial yang sekarang tentu saja mestinya dibuatkan lagi film yang memang bisa masuk ke mereka,” kata Presiden usai meninjau Jembatan Gantung Mangunsuko di Kecamatan Dusun, Magelang, Senin (18/9).
Versi terbaru dari film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” yang diproduksi tahun 1984 itu diharapkan bisa menarik generasi milenial untuk menontonnya dan membuat mereka mengerti bahaya komunisme.
“Ya akan lebih baik kalau ada versi yang paling baru, agar lebih kekinian, bisa masuk ke generasi-generasi milenial,” ungkap Presiden. (Ant/SU02)

apa pemerintah perlu izin ketua MPR untuk membuat sebuah film dokumenter?
apa ketua MPR boleh memberi izin secara langsung, tanpa rapat?
apa kita sudah tau, versi seperti apa yang akan dibuat pemerintah?
apa kita setuju dengan versi baru nya? siapa saja yang boleh setuju? siapa yang berhak tidak setuju?
apa mekanismenya? bagaimana legalnya? apakah perlu?
setelah muncul film versi baru, apa film lama masih boleh beredar? apa masih boleh ditonton?
dan lain-lain.
JADI KOK CEPAT KALI BILANG OKE???
30 september 1965 G30S PKI