LONDON – Tim Pelajar DKI Jakarta berhasil meraih tempat terbaik ketiga dalam “the 2nd International Olympiad of Metropolises” yang diikuti sekitar 400 peserta dari 36 kota di dunia, 26 negara di Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin di Moskow yang berlangsung 4-9 September 2017.
“Tim Pelajar DKI Jakarta menempati posisi ketiga bersama peserta dari Istanbul, Budapest, Zagreb, Chengdu, Leipzig dan Riga,” kata Sekretaris Pertama Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, pada Ahad (10/9).
Posisi pertama diraih oleh Moskow, Hong Kong dan Shanghai. Sedangkan posisi kedua ditempati St Petersburg, Krakow, Minsk, Sofia dan Belgrade.
Ketua tim yang juga pendamping Tim Pelajar DKI Jakarta Muhamad Husin saat bertemu Dubes Federasi Rusia untuk Indonesia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi di Moskow, Sabtu (9/9) mengatakan, banyak pengalaman berharga diperoleh para pelajar.
Mereka dapat berfikir kritis, seperti keberanian berdebat dengan juri saat moderasi karena nilai yang diberikan dianggap keliru. Selain itu, makna Olimpiade sangat menarik, yaitu setiap peserta bukanlah musuh, tetapi teman di masa depan.
Dubes Wahid menyampaikan kehadiran Tim Pelajar DKI Jakarta tidak hanya membawa nama baik Jakarta, tetapi juga Indonesia.
“Apa yang dilakukan pelajar juga bagian dari diplomasi karena diplomasi tidak hanya dilakukan diplomat,” ujarnya.
Tim Pelajar DKI Jakarta terdiri atas delapan peserta berasal dari berbagai sekolah di Jakarta, yaitu SMAK 5 BPK Penabur, SMA Negeri 8, SMANU MH Thamrin, SMA Kolese Kanisius dan SMA Santa Ursula.
Suhu udara di Moskow yang agak dingin di musim gugur ini rata-rata 15 derajat Celsius tidak menghalangi semangat mereka untuk berlomba. Hebatnya, semuanya mendapat medali, 2 perak dan 6 perunggu.
Medali perak dipersembahkan Jason Jovi Brata untuk kategori Fisika dan Rendy Wijaya untuk Kimia. Sementara medali perunggu dipersembahkan Prawira Satya Darma (Fisika), Filbert Fedinand dan Kristoforus Jason (Matematika), Muhammad Ariqsyah Indra (Kimia), Inigo Ramli dan Rania Rusdy (Informatika).
“Banyak peserta yang sudah memiliki pengalaman di berbagai olimpiade sehingga mereka terlihat siap berlomba. Kita perlu persiapan yang lebih banyak lagi untuk lomba seperti ini di masa mendatang,” ujar Inigo Ramli, peserta Tim Pelajar DKI Jakarta.
DKI Jakarta satu-satunya wakil dari Asia Tenggara. Kota-kota lain peserta olimpiade adalah Abu-Dhabi, Almaty, Astana, Baku, Banja Luka, Belgrade, Bishkek, Bratislava, Budapest, Wina, Gaborone, Hanover, Hong Kong, D�sseldorf, Zagreb, Jerusalem, Krakow, Leipzig dan Lima.
Kemudian Luoyang, Milan, Minsk, Moskow, New-Delhi, Beijing, Riga, Roma, St. Petersburg, Sofia, Istanbul, Tallinn, Tel-Aviv, Helsinki, Chengdu dan Shanghai. (Ant/SU02)
