Inilah 5 Area yang Paling Banyak Dicari Pencari Rumah di Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebagai ibu kota negara, Jakarta telah lama menjadi magnet bagi para pencari rumah, alasan mereka tertarik untuk membeli rumah di Jakarta selain dekat dengan tempat bekerja, Jakarta juga memiliki berbagai fasilitas publik yang memudahkan warganya.

Berbicara mengenai pencarian rumah, kali ini Lamudi akan membahas mengenai jumlah minat pencari rumah melalui google. Penentuan angka ini didapatkan berdasarkan data historical pencarian dari google.

Berdasarkan data, ternyata area Bintaro, Jakarta Selatan menjadi tempat favorit yang dicari calon pembeli rumah, rata-rata setiap bulannya ada sekitar 7.200 orang yang berencana untuk membeli rumah di sana. Harga rata-rata rumah di sana mencapai Rp18 juta per meter persegi.

Diurutan kedua ada Cibubur, Jakarta Timur, rata-rata setiap bulan ada 4.200 orang yang berminat untuk membeli rumah di sana, sementara harga rumah yang mulai dari Rp12 juta per meter persegi.

Diurutan ketiga ada kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, setiap bulannya ada sekitar 4.100 orang yang mencari informasi tentang rumah dijual di sana. Untuk harga rumahnya sendiri, rata-rata harga rumah yang dijual adalah Rp11 juta per meter persegi.

Kemudian diurutan keempat ada Kelapa Gading, Jakarta Utara, rata-rata setiap bulannya ada 3600 orang yang mencari tahu tentang informasi rumah dijual di sana. Sementara untuk rata-rata harga jual rumah di Kelapa Gading mencapai Rp21 juta per meter persegi.

Diurutan kelima ada Sunter, Jakarta Utara, jumlah pencari rumah di sana mencapai 3.350 orang, untuk harga jual rumahnya sendiri rata-rata mencapai Rp17 juta per meter persegi.

Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, banyaknya pencari rumah yang mengincar kawasan Bintaro, karena daerah ini dinilai masih berkembang dan menyediakan banyak fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, pusat pendidikan hingga rumah sakit.

“Selain itu daerah ini juga dikelilingi dengan sarana infrastruktur yang dapat mempermudah mobilitas warganya seperti adaya tol JORR W2,” ujar Mart.

Mart mengatakan, mayoritas pembeli rumah di Bintaro didominasi oleh end user dari kalangan profesional muda, biasanya mereka adalah pasangan muda yang baru menikah dan membeli rumah dengan cara kredit. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER