Tokoh Berprestasi Tapi Tak Dikenal, Ayo Beritakan Lewat SERUJI

Salah satu yang diharapkan dapat dilakukan SERUJI dengan kehadirannya sebagai perusahaan pers dari gerakan Gotong Royong Muslim Untuk Media (GMKM), adalah ikut berperan serta memperkenalkan tokoh-tokoh muslim berprestasi kepada masyarakat.

Sebagaimana kita maklumi selama ini, tokoh masyarakat, politisi muslim, aktivis sosial kemasyarakatan, pengamat dan lain sebagainya yang memiliki prestasi ditingkat lokal, memberi kemanfaatan pada masyarakat, tapi tidak diekspos oleh media. Sehingga nama-nama mereka tidak dikenal dan prestasi mereka terbenam diantara banyaknya pencitraan yang nir-prestasi.

Ujungnya orang-orang berprestasi ini, disaat ingin mengabdi ke level yang lebih tinggi, misal jadi wakil rakyat, kepala daerah atau jabatan publik lainnya yang membutuhkan kemampuan mereka, tersingkir karena kalah populer dari orang-orang yang secara prestasi minim tapi sering terekspose media, karena kemampuannya mengakses media/pers.

Kehadiran SERUJI diharapkan dapat membalik kondisi tersebut. Dengan adanya SERUJI, tokoh-tokoh yang berprestasi, memiliki kapasitas dan dedikasi serta kejujuran yang sangat dibutuhkan masyarakat bisa diekspos, diberitakan ketengah masyarakat. Mempopulerkan “calon pemimpin rakyat”, kami di SERUJI menyebutnya.

Untuk itulah, kami mengundang para pembaca SERUJI dimana saja, untuk turut terlibat mempopulerkan para “calon pemimpin rakyat” tersebut.

Caranya mudah, anda tulis profil mereka, beritahu kami apa kelebihannya, prestasi apa yang telah dilakukan, pekerjaan atau jabatannya, dan beberapa keterangan pendukung yang menurut anda layak diketahui masyarakat. Kirim kepada kami lewat email di pemimpin-rakyat@seruji.co.id beserta nama anda, kota dan nomor HP/WA yang bisa dihubungi.

Jika kami pandang layak, maka kami akan beritakan tokoh tersebut di kanal profile portal SERUJI.CO.ID.

Dan tentunya tidak sekedar profil, mulai saat itu kami dan anda akan bekerjasama memberitakan berbagai kegiatan dan aktifitas tokoh tersebut untuk dikhabarkan kepada pembaca SERUJI. Dan semua ini, gratis, tanpa dipungut biaya sepersen pun.

Dengan cara ini diharapkan tokoh tersebut akan semakin dikenal masyarakat luas dan akan berdampak pada semakin tinggi popularitasnya, yang ujungnya diharapkan dia akan jadi “pemimpin rakyat” di daerahnya, bahkan ditingkat nasional.

Mari bersama-sama kita bekerjasama, orbitkan tokoh-tokoh Muslim di daerah anda, dan semoga mereka akan jadi pemimpin-pemimpin di masa mendatang untuk membawa negeri kita lebih baik dan lebih maju lagi.

Wassalam
Dari Meja Redaksi
Efka

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.
close