dr. Eko Suyono, Sp An,

dr. Eko Suyono, Sp An, dokter spesialis anestesi ini dilahirkan di Karanganyar, 17 Juli 1960, di pelosok desa yang minim fasilitas infrastruktur. Sehingga untuk sampai menuju lembaga pendidikan dibutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk menjalaninya. Maka bila didapatkan orang yang bisa menempuh pendidikan sampai jenjang tinggi yang berasal dari kampung yang minim akses pendidikan seperti ini dimungkinkan sosok tersebut adalah sosok yang cerdas, pekerja keras, pantang menyerah dan fisiknya kuat.

Untuk menuju institusi sekolah dasar (SD) saja, dokter yang istrinya guru mata pelajaran fisika ini harus berjalan kaki sampai 4 km tanpa alas kaki sama sekali, tidak juga sandal apalagi sepatu. Waktu SMP sudah memakai fasilitas sepeda onthel, namun jarak yang ditempuh semakin jauh, yaitu sekitar 10 km. Namun kelelahan fisiknya berbuah manis dengan berhasilnya beliau memasuki Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) kemudian melanjutkan sampai jenjang spesialis.

Bapak dari 4 orang anak ini memulai kariernya dari Kepala Puskesmas Adipala, Cilacap, Jateng. Setelah mendapat gelar dokter spesialis anestesi beliau berdinas di RSUD Dumai, Riau, kemudian pindah tugas di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, lalu berlanjut di beberapa rumah sakit swasta di kota Pekanbaru sampai akhirnya beranjak ke Karawang sampai sekarang.

Tempat praktek sekarang di RS Citra Sari Husada (Intan Barokah) Karawang Jawa Barat.

dr. Eko sering dibuat geli dengan pertanyaan pasien yang baru saja sadar dari efek obat bius “saya kok belum dioperasi?”, padahal pertanyaan itu diajukan pasien pasca operasi di ruang pemulihan/RR/Recovery Room, yaitu ruang yang terletak dekat dengan kamar operasi, berfungsi untuk observasi pemulihan pasien pasca operasi dari ketidaksadaran akibat efek obat bius yang diberikan oleh ahli anestesi pada saat menjelang operasi.

Selain menekuni profesinya sebagai dokter, alumni Universitas Gajah Mada (UGM) ini sekarang sedang bersemangat meluangkan waktunya untuk mengembangkan aquaponik/hidroponik.

“Dengan aquaponik, kita bisa memanfaatkan lahan sempit, punya produk makanan (sayur dan ikan) sehat/segar, bisa dirawat sendiri, lingkungan juga jadi enak dan tidak merusak lingkungan,” jelas dr. Eko mengemukakan alasannya kepada SERUJI.

Dokter yang anaknya sedang menempuh program pendidikan dokter spesialis program studi Radio Onkologi di FKUI/RSCM ini tidak bosan mengajak rekan-rekannya dokter spesialis, pesantren-pesantren serta masyarakat yang mampu maupun yang miskin untuk mengembangkan hidroponik/aquaponik.

Untuk masyarakat miskin selain diajak juga dibantu pembiayaannya untuk pengembangan hidropinik/aquaponik dengan sumber pembiayaan dari ZIS produktif yang dikumpulkan dari teman-temannya yang tergabung di group WA “Tausiyah Alumni UGM”.

ZIS produktif diberikan kepada masyarakat miskin untuk membimbing perekonomian mereka, terutama untuk menyiapkan rumah pangan lestari dengan metode hidroponik/ aquaponik, pendampingnya dokter-dokter rekannya.

Di group WA “Tausiyah Alumni UGM” tersebut selain mengumpulkan dana untuk ZIS produktif seperti tersebut diatas, juga menggalang dana untuk membantu umat yang sifatnya emergency dan juga untuk berbagi mushaf Alquran. Di group WA tersebut juga dimanfaatkan untuk belajar agama.

Dokter yang sekarang tinggal di Karawang ini dulunya seorang aktifis mahasiswa, bahkan pernah menjadi ketua Kaderisasi GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Dan sampai sekarang aktif di gerakan-gerakan pembinaan masyarakat (pesantren, majelis keagamaan, menggerakan teman-teman SMP/SMA/Mahasiswa untuk mencintai orang dhuafa).

Ada nasehat bagus dari beliau yang patut kita renungkan: “Saat ini akhir Zaman. Hiduplah yang benar tanpa melanggar larangan-larangan dari Alquran dan selalu nempellah pada orang-orang alim”.

DATA PRIBADI
Nama : Eko Suyono, Sp.An
TTL : Karanganyar,17 Juli 1960
Istri : Nurul Hidayati (guru fisika di SMA)
Anak : 4 orang
1. Wiraswasta di Pekanbaru.
2. Mahasiswa PPDS Radio Onkologi di FKUI/RSCM
3. Mahasiswa Tehnik Industri di UII Yogjakarta
4. Mahasiswa Arsitektur di UINSA Surabaya.

RIWAYAT PENDIDIKAN
SD Kaliwuluh, Karanganyar, Jateng
SMP Kebak kramat, Karanganyar, Jateng
SMA 5 Surakarta, Jateng
Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM), Yogjakarta
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) program studi Anestesi FK UGM

RIWAYAT PEKERJAAN
Ka puskesmas Adipala, Cilacap, Jawa Tengah (1986-1994)
RSUD Dumai,Riau (2001-2002).
RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Riau (2002-2005).
Beberapa Rumah Sakit swasta di kota Pekanbaru, Riau (2006-2014)
Beberapa Rumas Sakit swasta di Karawang, Jawa Barat (2014-sekarang).
RS Citra Sari Husada (Intan Barokah) Karawang, Jawa Barat (sekarang)

dr. Eko Suyono, Sp An, adalah anggota Koperasi (pers) Swamedia Mitra Bangsa dari Pengda GMKM Jawa Barat.

 

(dr. Endang S/Hrn)

3 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum wrwb.
    Alhamdulillah senang rasanya membaca profil2 para dokter Muslim Berprestasi & Memiliki Kompetensi Hebat di bidangnya.
    Kagum. Mereka TETAP ISTIQOMAH dalam Ketaatannya kepada Allah, pada posisi mereka sukses & sibuk.
    Semoga Media seruji.co.id ini dapat lebih berkembang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER