Refly Harun: DPD Jangan Dicemari Partai Politik

2
223
  • 17
    Shares
Dr. Refly Harun, S.H., M.H., LL.M

JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengingatkan agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak dicemari oleh partai politik (Parpol) apalagi hanya oleh satu parpol. Hal ini disampaikan Refly setelah mengamati merapatnya 70 anggota DPD RI ke partai Hanura, bahkan 10 diantaranya menjadi pengurus Hanura.

“Kalau benar sudah ada 70 anggota DPD ke Hanura, ya (Hanura) menang semua, berarti DPD ya Hanura, apa yang mau diperjuangkan,” tanya Refly dalam diskusi bertajuk ‘Deparpolisasi DPD atau Bubarkan DPD’ di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, hari ini Selasa (28/3).

Sebelumnya Refly menjelaskan bahwa hakikatnya DPD didesign untuk menjadi wakil daerah bukan wakil partai politik. “Kita melihat kita sedang melakukan dua desain kelembagaan, kalau mayoritas berasal dari satu partai politik maka hakikat DPD hilang, ya nggak ada gunanya DPD,” katanya.

Refly juga menegaskan bahwa ia tidak anti parpol tapi memang seharusnya DPD tidak boleh dimonopoli oleh satu parpol, tidak boleh dikuasai oleh Parpol.

“Ini jadi concern saya. Kalau mayoritas kita bukan lihat Hanura-nya atau OSO-nya. DPD tidak boleh dicapture jadi satu parpol,” tegas Refly.

Sebagaimana diketahui Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menjadi salah satu nama yang diusulkan untuk menjadi ketua DPD RI. Sementara itu sejak OSO menjabat sebagai Ketua Umum, banyak anggota DPD yang bergabung menjadi anggota Partai Hanura, bahkan beberapa menjadi pengurus Hanura, diantaranya;  I Gede Pasek Suardika senator asal Bali, Bahar Ngitung senator Selsel, Benny Ramdhani senator Sulut, dan lainnya.

EDITOR: Harun S

Loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU