Pemprov NTT dan Bawaslu Tandatangani NPHD Pilgub 2018

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah provinsi NusaTenggara Timur (NTT) bersama Badan Pengawas Pemilu (Bapilu) NTT telah melaksanakan penandatanganan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) guna pelaksanaan pemilu Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.

Penandatangan itu dilakukan antara Gubernur NTT, Frans Leburaya yang mengatasnamakan Pemerintah provinsi NTT dengan ketua Bawaslu NTT, Thomas Mauritus Djawa di ruang rapat Gubernur NTT, Selasa (17/10).

Anggaran pelaksanaan pengawasan Bawaslu yang dikucurkan pemerintah provinsi NTT sebesar Rp 122,3 miliar lebih, anggaran tersebut digunakan untuk pengawasan Pilgub  di 22 kabupaten dan kota di NTT.

“Saya minta kepada pihak Bawaslu anggaran pengawasan ini dipergunakan sebaik-baiknya, jangan mencari-cari kesalahan dalam proses pelaksanaan tapi benar-benar menjalankan tugas pengawasan sesuai peraturan perundang-undang,” tandas Frans.

Sementara ketua Bawaslu NTT, Thomas Mauritus Djawa memberikan apresiasi kepada Pemprov NTT yang telah mengalokasikan anggaran pengawasan pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 melalui penandatanganan NPHD.

“Dengan penandatangan NPHD kami akan melaksanakan tugas sebagai pengawas Pilkada dengan sebaik-baiknya dan mempertanggugjawabkan anggaran yang diberikan itu demi terwujudnya pemilukada di Provinsi NTT secara lancar dan sukses sehingga benar-benar diterima masyarakat,” harapnya. (Habibudin/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.
close