JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Elektabilitas Jokowi sebagai petahana yang belum mencapai 60 persen, dinilai berbagai pengamat belumlah aman untuk memenangkan kontestansi Pilpres 2019 mendatang.
Namun bagi PPP, elektabilitas Jokowi yang saat ini baru mencapai 55,9 persen berdasarkan survei Litbang Kompas, bukanlah satu-satunya yang menentukan aman atau tidak posisi Jokowi di Pilpres 2019.
“Banyak orang bilang bahwa angka 60 persen itu sebagai patokan aman seorang petahana akan terpilih kembali. Bagi saya, itu bukan jaminan, masih ada faktor-faktor lain yang akan turut menentukan keamanan bagi seorang petahana untuk terpilih kembali,” kata Sekjen PPP Arsul Sani di Jakarta, Senin (23/4).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya berdasaran hasil survei Litbang Kompas elektabilitas Jokowi mulai merangkak naik, namun masih dikisaran 55,9 persen. Sementara Prabowo Subianto diangka 14,1 persen.
Menurut Arsul, faktor-faktor rentang waktu antara survei dengan pemilu, konsistensi hasil surveinya dari waktu ke waktu, juga menentukan keberhasilan memenangkan pilpres 2019.
Selain itu menurut dia, juga terkait ada tidaknya kebijakan yang semakin menyenangkan rakyat pemilih atau sebaliknya, dan tentunya siapa yang pada akhirnya akan menjadi sosok lawannya.
“Apalagi saat ini belum ada kejelasan apakah Jokowi akan berkontestasi lagi dengan Prabowo. Selain itu belum jelas juga siapa paslon-paslon yang akan saling berhadapan,” ujarnya.
Dia menjelaskan capaian persentase survei pada dasarnya hanya memotret keadaan atau gambaran elektabilitas di sekitar waktu survei tersebut dilakukan. Menurutnya masih butuh faktor konsistensi capaian persentase dalam rentang waktu yang lama sampai dengan menjelang Pilpres.
“Karena itu melihat aman atau tidaknya tingkat keterpilihan Jokowi sebagai petahana tidak bisa sesederhana dengan menjawab angka persentasenya sudah mencapai 60 persen atau belum,” ucapnya.
Sebelumnya hasil survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Joko Widodo alami kenaikan apabila Pilpres dilakukan saat ini yaitu sebesar 55,9 persen. Angka itu meningkat dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya, yang masih 46,3 persen.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki elektabilitas sebesar 14,1 persen, turun dari hasil survei enam bulan lalu 18,2 persen.
Survei Litbang Kompas ini dilakukan pada 21 Maret-1 April 2018 sebelum Prabowo menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden di Rakornas Partai Gerindra pada 11 April lalu.
Survei tersebut dilakukan melalui tatap muka dilakukan kepada 1.200 responden secara periodik oleh Litbang Kompas pada 21 Maret-1 April 2018. Populasi survei warga Indonesia berusia di atas 17 tahun, dan reponden dipilih secara acak bertingkat di 32 provinsi Indonesia serta jumlahnya ditentukan secara proporsional.
Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen, dengan “margin of error” plus minus 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. (ARif R/Hrn)

Yang tidak aman ppp