PKS: Lindungi Yerusalem dari Arogansi Politik Trump

0
47
Presiden PKS, Mohammad Sohibul Iman.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menilai keputusan Presiden Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel adalah sikap politik yang sangat berbahaya bagi proses perdamaian di Palestina.

“Arogan dan membabi-buta, saya kira semua akan menilai seperti itu atas sikap Trump yang abai terhadap suara mayoritas dunia yang menghendaki hormati posisi Yerusalem sebagai kota suci yang masih dalam pengawasan internasional,” kata Sohibul kepada SERUJI melalui pesan singkat, Jumat (8/12).

Menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, dunia harus bersama-sama menghentikan langkah Trump. Secara khusus negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI, perlu segera menyatukan sikap menghentikan langkah Trump. Hal ini sebagai langkah nyata tindak lanjut hasil pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jakarta tahun 2016 yang secara khusus membahas Al-Quds Al-Sharif (Yerusalem) dan Masjid Al-Aqsa dengan menghasilkan Jakarta Declaration.

Sohibul mengingatkan poin penting dalam deklarasi tersebut. Pertama, menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina. Kedua, boikot produk-produk Israel dan ketiga melanjutkan proses perdamaian.

Masih lanjut Sohibul, jika AS masih terus paksakan sikapnya, maka OKI perlu memperluas sikap dengan meminta seluruh negara anggotanya memboikot produk-produk AS.

Sikap Pemerintah RI yang responsif dengan rangkaian langkah diplomatik untuk menolak kebijakan Trump atas Yerusalem menurut Sohibul Iman perlu untuk diapresiasi dan didukung secara luas oleh masyarakat.

“Untuk itu kami siap mendukung kebijakan pemerintah yang berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina!” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, didampingi Wakil Presiden AS Mike Pence, Presiden Donald Trump mendeklarasikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hal tersebut ia sampaikan untuk meredam gejolak yang selama ini terjadi di Timur Tengah.

“Pada hari ini, kita pada akhirnya bisa mengakui satu hal yang sangat jelas, bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota dari Israel,” ujar Trump saat berbicara di Ruang Resepsi Diplomatik di Gedung Putih, Kamis (7/12) dini hari waktu Indonesia. (Herdi/Hrn)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama