KPU Ingatkan Yusril: Caleg Tidak Boleh Praktek Pengacara

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asyarie, mengingatkan Yusril Ihya Mahendra, bahwa sebagai calon legislatif tidak diperbolehkan berpraktek sebagai pengacara.

“Calon legislatif, bahkan sejak menjadi bakal calon legislatif, sudah tidak boleh berpraktek sebagai advokat,” kata Asyarie, di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Jumat (28/12), dalam sidang pembacaan pokok laporan dugaan pelanggaran administrasi oleh KPU terkait tidak dicantumkannya nama Osman Sapta Odang (OSO) dalam DCT setelah keputusan PTUN.

Asyarie menjelaskan, hal tersebut sesuai UU Nomor 7/2017 tentang Pemilu pada pasal 240 huruf l. Dalam pasal itu disebutkan: bakal calon anggota DPR, DPRD Provinisi dan DPRD Kabupaten/Kota bersedia tidak berpraktik sebagai akuntan publik, advokat, notaris, dan pejabat pembuat akta tanah.

Selain itu, kata Asyarie, juga dalam Peraturan KPU Nomor 20/2018 pada pasal 7 huruf m menyatakan hal yang sama serta surat pernyataan dokumen persyaratan bakal calon DPR model BB 1 bersedia untuk tidak berpraktek sebagai advokat.

“Dalam pandangan kami ini menjadi temuan Bawaslu,” katanya.

Yusril yang juga ketua umum DPP Partai Bulan Bintang merupakan calon legislatif dari PBB daerah pemilihan Jakarta III. Yusril juga pengacara dari OSO dalam berperkara terkait tidak dimasukkannya nama OSO dalam DCT DPD oleh KPU.

“Dengan temuan itu, KPU menunggu sikap Bawaslu,” kata Asyarie. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER