Cak Imin: Muslim Mayoritas Tapi Sebatas Menitip Aspirasi dalam Politik

58
204
Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB yang juga digelari Panglima Santri.

JOMBANG, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa ummat Islam Indonesia hidup serba dalam paradoks, di satu sisi dijadikan acuan dunia sebagai model toleransi antaragama dan demokrasi.

Namun di sisi lain, ummat Muslim masih berjuang keras di dalam negeri untuk mengatasi berbagai gesekan akibat begitu pluralnya karakter bangsa ini.

“Jadi panutan, tapi masih ribet dengan diri kita juga,” kata pria yang akrab disapa cak Imin ini dalam Rapat Terbuka Institut Agama Islam Bani Fattah di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (9/12).

Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB bersama Rektor Institut Agama Islam Bani Fattah di Tambakberas, Jombang, Sabtu (8/12/2017).

Paradoksnya bukan hanya di situ saja, lanjut cak Imin, dalam konteks ekonomi meskipun ummat Islam mayoritas, namun malah minim dalam akses dan kualitas kesejahteraannya.

“Dalam politik juga masih ada paradoks. Kita ini mayoritas yang masih sebatas menitipkan aspirasi, belum yang mengeksekusi keputusan. Nah, kelihatan kan paradoksnya?” lanjut politisi yang digelari Panglima Santri ini.

Peserta yang hadir memberikan sambutan hangat atas apa yang disampaikan cak Imin. Tampak Rektor IAI Bani Fattah KH Abdul Kholiq, Pengasuh Ponpes Bumi Damai Muhibbin Tambak Beras KH Jamaludin Ahmad, dan Pengasuh Ponpes Alwardiyah III Tambak Beras KH Kholiq Mustaqim.

Juga terlihat KH Imam Haromain, Pengasuh Ponpes Putra Sunan Ampel Denanyar dan para pimpinan pondok pesantren lainnya di Jombang. Hadir juga ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Halim Iskandar dan jajaran DPRD Kabupaten Jombang.

Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB diantara wisudawan Institut Agama Islam Bani Fattah di Tambakberas, Jombang, Sabtu (8/12/2017).

Cak Imin juga mengingatkan agar gairah agama yang tengah meluap di negeri ini jangan disalahpahami atau ikut paham yang salah.

“Pelajari agama dari sumber yang menyejukkan, yaitu pesantren NU, kyai NU, gus-gus NU. Insya Allah ilmunya nambah, hati pun adem, nasionalisme tetap kokoh,” ujarnya.

“Namun apa pun keadaannya, kita harus tetap bersyukur bahwa Indonesia saat ini masih aman damai. Di tengah situasi global yang kian panas seperti ini, damai itu mahal, langka. Lihat Syria, Irak, Yaman, Mesir, Jerusalem, bahkan AS sendiri menjadi semakin terancam akibat politik luar negerinya yang provokatif,” kata cak Imin.

Pada kesempatan ini, juga diwisuda 79 santri dan santriwati IAI Bani Fattah oleh Rektor IAI dan jajaran Senat IAI serta para guru besar di institut tersebut. (ARif R/Hrn)

loading...

58 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Wapres Minta Menag Revisi 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk merevisi daftar pendakwah yang direkomendasikan karena sebelumnya dikeluarkan Kemenag hanya...

Banyuwangi Masuk Kota Cerdas ASEAN

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama dengan Jakarta dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masuk dalam jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart...

Korban Tewas Jatuhnya Pesawat di Kuba Jadi 111 Orang

HAVANA, SERUJI.CO.ID - Jumlah korban tewas pada salah satu bencana udara terburuk di Kuba meningkat menjadi 111 pada Senin (21/5), sementara Meksiko menangguhkan kegiatan...
ekonomi syariah

MUI Dukung 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mendukung langkah Kementerian Agama yang merilis daftar nama mubaligh karena sifatnya untuk pencegahan terhadap...
Siswa SMA/MAN

Jawa Timur Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Korsel

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur menjajaki kerja sama pendidikan dengan Korea Selatan setelah ada pertemuan kepala sekolah SMA/SMK se-Surabaya dengan sebuah konsultan...