close

Bela Presiden Jokowi, Ketum PPP: Pemerintah Profesional Kelola Utang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai beberapa kalangan telah jor-joran dalam berutang. Namun bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Pemerintah dinilai masih “on the track” dalam menggunakan utang untuk pembangunan infrastruktur.

“Utang di era Presiden Jokowi pun dikelola secara profesional dan hati-hati,” kata Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy dalam rilis yang diterima SERUJI di Jakarta, Kamis (22/3).

Menurut pria yang akrab disapa Rommy ini, tantangan pemerintah ke depan adalah menurunkan laju inflasi sehingga bunga utang makin murah. Langkah yang penting lainnya adalah meningkatkan fundamental ekonomi agar rating utang bisa melesat menjadi AAA dari saat ini BBB.

“Jika rating utang semakin baik, dan dampak pembangunan infrastruktur ke depannya dirasakan oleh masyarakat luas, kegaduhan soal utang ini akan ditinggalkan,” katanya.


Menurut Rommy, tidak ada satu pun negara di dunia yang tidak berutang. Selama untuk kegiatan yang produktif, sebenarnya utang bukan hal yang dilarang.

“Di dalam UU Keuangan Negara No.13 Tahun 2003 pun batasan antara utang Pemerintah yang aman sudah dipatok maksimal 60 persen terhadap PDB,” jelasnya.

Saat ini total utang Pemerintah per Februari berjumlah Rp4.034 triliun atau masih 29,2 persen terhadap PDB.

“Karena jauh di bawah batas maksimum utang seharusnya perdebatan soal utang tidak perlu dibuat gaduh,” ujarnya.

Dikatakannya, selama era Pemerintahan Jokowi-JK pun utang digunakan untuk pembangunan ekonomi. Hal ini terlihat dari kenaikan belanja infrastruktur dari Rp290 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp410 triliun pada 2018.

Ia mengungkapkan, dampak dari pembangunan infrastruktur yang masif berkorelasi positif dengan naiknya daya saing Indonesia. Berdasarkan Indeks Daya Saing Global yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, ranking daya saing Indonesia naik lima peringkat dari 41 pada tahun 2016 menjadi 36 pada tahun 2017.

“Loncatan daya saing ini tak mungkin terjadi kalau bukan karena suntikan utang untuk bangun infrastruktur,” pungkasnya. (ARif R/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Hormati Keputusan MK Memajukan Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menghormati...

Keputusan Sengketa Pilpres Dipercepat Pada Tanggal 27 Juni

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama...

PPDB Zonasi di Jakarta Akan Dilakukan Penyesuaian

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan...

Hindari Sinar-X, Sabu-Sabu Diselundupkan di Dalam Jok Mobil

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyelundup 15 kilogram (kg) sabu-sabu yang...

Bawaslu Kudus Persiapkan Data Untuk Hadapi Gugatan di MK

KUDUS, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus,...

Sikap Politik PAN Akan Dirujuk Dari Putusan MK

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sekjen PAN, Eddy Soeparno menyatakan putusan...

TERPOPULER