JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pengamat politik dari Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap mengatakan bahwa belum jelasnya sikap Presiden Jokowi terkait rangkap jabatan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar, merupakan kebiasaan Jokowi yang sering ingkar janji.
“Kalau melihat perkembangan sejarahnya memimpin negara, mencopot Pak Airlangga menjadi tidak harus, karena kebanyakan janji lisan dia ingkari. Kecuali, kalau janjinya itu mengikat secara hukum, maka pasti dia laksanakan. Karena seringnya Pak Jokowi ingkar janji, jadi tidak harus lagi dicopot, sudah harus dimaklumi,” ujar Muchtar kepada media, di Jakarta, Sabtu (12/1).
Menurut Muchtar janji yang pernah diucapkan Jokowi saat awal menjabat Presiden tersebut hanya lisan saja, tidak tercantum dalam Nawacita.
“Itu kan janji lisan dan bukan tertulis, tidak ada dalam Nawacita. Meski secara lisan memang Pak Jokowi menyebut tidak akan membuat kabinet gemuk, dan tidak memperbolehkan ada menteri yang rangkap jabatan di parpol. Tapi ini kan janji dia secara lisan,” ujarnya.
Oleh karena itulah, menurut Muchtar, menjadi tidak mengherankan lagi jika Jokowi mengingkari janjinya dengan tidak mencopot Airlangga Hartarto yang rangkap jabatan.
Muchtar menjelaskan, alasan pemakluman kepada Jokowi karena hampir semua janji kampanyenya pun diingkari. Sehingga hal itu, seolah bukan menjadi masalah lagi.
“Kalau dari awal Jokowi menepati janjinya, pasti tidak akan ada masalah politik terkait ini,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Muchtar, Jokowi tidak menepati janji khusus untuk Airlangga, karena memang Jokowi berkepentingan kepada Airlangga.
“Jadi wajar Pak Airlangga tetap dipertahankan sebagai Menteri dan sebagai Ketum Golkar. Karena Golkar bukan partainya, sehingga perlu bagi Jokowi untuk mengendalikan Golkar, untuk mendukung semua kebijakannya mendatang, maupun yang sedang berlangsung,” tukasnya. (ARif R/Hrn)

Klo pk jokowi betul2 memikirkan rakyatnya mestinya mentri yg rangkap jabatan harus dganti klo cuman kpentingan politilknya indonesia tdk aka pernah ada kemajuan
Sabar….nanti bareng dg Ada reshufle dg pengangkatan mensos sekalian,klo otak sirik mmg sikit2 ngomongx asal jeplak,ga sabaran yg penting emosix keluar dulu…!!
pasukan saracen sama nasi bungkus semua yh yg pd comentt. .Waoooowwwwe. .
Sarua kwas sia coment,,
Iy saya jambanya,, km tainya mas ronie ismail,,, pantesan komenmu lebih bau pake bngt.
baca tulisanmu aj udh mau muntah.
#Agus eb0n9 amis wkwkkk junjunganya di bulli wkkkwkk mulut mna mulutt
yg di buly presiden km mas brow…hati2 kepala negara…kompas aj langsung di hapus brow…kasihan loe2 pada ntar masuk buy karna menghina kepala negara
Taik
Terutama pasukan saracen yg tololnya ngga ketulungan, udh menghina + firnah + ToLoL pake bngt,
Begonya itu loh brow cavani Blonk bikin gemes,,, kalo saracen coment isinnya tai kya eloe d baca bikin muntah.
Arya Ardan.
Kalo mau myoba silahkan hina aj presiden masuk buy baru tau rasa km.
Takut kalah nyapres 2019 x
Manusia itu yg di pegang omongannya.