Kata Jokowi, Revolusi Mental Gagasannya Bukan Sekedar Jargon Kampanye

1
118
Presiden Jokowi bersama Ketua DPR RI Setya Novanto.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa revolusi mental yang ia gagas saat memulai pemerintahan pada 2014 bukan hanya sekadar jargon kampanye.

“Revolusi mental orang senangnya masih seperti dulu jargon-jargon, ‘ndak’ lah kita ini memberi contoh, apa sih yang namanya kerja keras itu apa? Yang namanya mengontrol sebuah pekerjaan agar berkualitas seperti apa? Ini kan mengubah ‘mindset’ yang kita perlukan,” kata Presiden Jokowi dalam wawancara khusus “Menyambut tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK” di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10), sebagaimana dilansir Antara.

“Revolusi Mental” merupakan gerakan yang diusung Presiden Joko Widodo sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014.

“Kemudian kerja yang cepat itu seperti apa? Kerja yang melayani itu seperti apa? Mengantre itu seperti apa?” tambah Presiden.

Untuk mengajarkan hal itu, menurut Presiden juga harus dimulai dari anak-anak usia dini.

“Saya kira kita juga sudah mulai memberikan pembelajaran di guru-guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) umur emasnya 1-12 tahun harus dimulai dari situ. Kedisiplinan, masalah yang berkaitan dengan kemajemukan, ini yang harus kita lakukan. Saya kira jargon-jargon bukan masanya,” tambah Presiden.

Langganan berita lewat Telegram
loading...
1
2
Loading...
BACA JUGA

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU