Banyak Fitnah dan Hoax di Sosial Media, Presiden Ingatkan Pelajar NU

Presiden meminta agar para peserta Perwimnas yang juga merupakan anggota permuka itu dapat mempersiapkan diri untuk beradu cepat dengan negara lain.

“Bagaimana kita beradu kreativitas kalau tidak kita akan ditinggal. Inilah tantangan-tantangan yang kita hadapi dan memerlukan sebuah ‘basic’ fondasi yang sangat kuat, sehingga kita bisa memenangkan kompetisi itu. Tapi saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, pramuka Ma’arif NU saya meyakini Insya Allah mampu menatap masa depan memenangkan persaingan, memenangkan kompetisi karena ‘basic’ karakter itu sudah ada, tinggal disuntik sedikit-sedikit,” tutur Presiden.

Presiden pun kembali mengingatkan agar para peserta Pramuka Ma’rif NU dapat menjaga “Ukhuwah Islamiyah” (persaudaraan sesama kaum Muslim) dan Ukhuwah Wathoniyah (menjalin persaudaraan dengan saudara sebangsa setanah air) dapat diperkuat agar Indonesia dapat menjadi negara yang kuat secara ekonomi.

“Saya ingin mengingatkan kepada para santri, marilah kita bersiap diri terhadap perubahan yang momennya datang begitu cepat. Sekarang perubahan teknologi dan inovasi datangnya begitu cepat setiap jam, menit, detik selalu ada perubahan. Kalau kita tidak bersiap diri dan membuat terobosan, lompatan-lompatan kemajuan dalam bertindak, dalam merespon inovasi teknologi maka sekali lagi kita akan tertinggal, kita akan digulung oleh perubahan itu sendiri. Jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita capai, terus pelajari hal-hal baru, temukan hal-hal baru, praktikan hal-hal baru yang dapat membawa kemajuan untuk diri kita, umat, negara kesatuan yang kita cintai,” ujar Presiden.

Sedangka Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj, juga mengakui bahwa intensitas konflik yang dilatarbelakangi perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di dunia internasional semakin meningkat.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

2 KOMENTAR

  1. Betul, harus waspada hoax. Seperti ESEMKA dan sejenisnya, luar biasanya pembangunan dewasa ini, kesejahteraan yang meningkat, pemberantasan korupsi, dll. Hoax lebih kejam dari pembunuhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER