Setelah Gerakan Uninstall, Warganet “Report As Spam” Aplikasi Traveloka

10
6127

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Tindakan Ananda Sukarlan dan ratusan alumni Kolase Kanisius yang walk out serta dianggap menghina Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, pada acara HUT ke 90 Kanisius, berbuntut panjang menimpa aplikasi Traveloka.

Setelah sebelumnya muncul gerakan warganet memboikot Traveloka dengan jalan meng-uninstall atau hapus aplikasi tersebut di gadget, siang ini Selasa (14/11), muncul pesan berantai di aplikasi kirim pesan Whatsapp dan Telegram yang mengajak untuk “Report as Spam’ aplikasi Traveloka di google playstore.

SERUJI menerima puluhan pesan tersebut dari berbagai nomor sejak siang ini, yang isinya himbauan untuk melaporkan aplikasi Traveloka ke Google sebagai aplikasi yang tidak pantas atau keberatan lainnya.

“Kalau sekedar di remove mah nggak mempan. Laporkan dengan buka playstore, cari aplikasi Traveloka, scroll sampai ke bawah, tandai sebagai tidak pantas atau flag in appropriate,” bunyi pesan berantai tersebut.

Belum diketahui darimana asalnya pesan berantai tersebut, namun diberbagai group Whatsapp dan sosial media juga banyak beredar ajakan yang sama.

Saat SERUJI memantau aplikasi Traveloka di Playstore terlihat mulai banyak yang meninggalkan komentar yang intinya menyesalkan sikap pendiri Traveloka yang mendukung tindakan penghinaan yang dilakukan Ananda Sukarlan.

Munculnya gerakan ini karena warganet menganggap tindakan Derianto Kusuma, pendiri Traveloka, yang dikabarkan mendukung penghinaan yang dilakukan Ananda Sukarlan.

Derianto yang hadir pada acara HUT Kanisius tersebut, juga sebagai penerima penghargaan bersama Ananda, dalam informasi yang beredar di sosial media dan pesan berantai dikatakan menyalami serta memberikan ucapan selamat ke Ananda setelah aksi walk out dan pidato yang dianggap menghina Anies Baswedan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari manajemen Traveloka atas gerakan yang menjadi treding di sosial media dan jadi pesan berantai yang masif. (ARif R/Hrn)

loading...

10 KOMENTAR

  1. Setahu sy umat Katolik itu baik budi pekertiya dan santun. Ini di rumah (lingkungan kanisius), Ananda Sukarlan dn antek2nya kok melakukan perbuatan asusila. Ini artinya penghinaan terhadap umat Katolik.

    • Kenapa harus unistall traveloka? Karena :pertama , jelas2 bahkan alumni pendiri traveloka g dtg! Jgn dijadiin kambing hitam dong! Dia bukan jd pendiri traveloka karena kanisius, tapi karena cita2 nya! Kanisius hanyalah wadah ia BELAJAR bukan hidup!
      Yang ksh pendapat atas kebebasan berpendapst siapa,yang kena siapa..

  2. Traveloka END…..
    Sukarlan hrs dipidanakan , krn telah melakukan perbuatan tdk menyenangkan didepan umum.
    Melakukan tindakan pelecehan thd aparat / pimpinan negara.
    Melakukan tindakan rasialis dan fitnah thd proses demokrasi PILKADA DKI.

    • Tindakkan yg bodoh dn tdak ber-etika di pertontonkanya di hadapan publik ternyata mempermalukan diri nya sendiri dn almamater nya,,, mirissss !!!! Ini kah penddikan nya yg slama ini di peroleh nya ????

      • Mereka yg melakukan WO, layak dan pantas diperkarakan secara hukum, krn telah menunjukkan kedewasaan dan intelektual yg sangat2 rendah dan amoral, melakukan tindakan kebencian dan pelecehan thd pejabat yg sah terpilih scr demokratis.

    • Gada yg ngaku berintelektual tinggi, itu hanya pandangan orang lain yang melihat kanisius hingga tersebar kan? Memangnya ada tulisan”kanisius terbaik dan berintelektual tinggi?” Cuma dari un dan survey kok, bahkan yg nulis2 pers juga! G pernah sekalipun mereka memberi kesombongan scr sengaja! Dan mereka memakai kebebasan berpendapat mereka untuk mengutarkan pendapat tanpa ada rasa menghina(y kl ada yg merasa terhina..subjektif bgt sih..) bahkan anies juga g sadar ada yg walkout(kek sama aj kyk org ke toilet,drpd ngompol di depan anies?) Saya rasa itu lbh hebat drpd menghina orang dr belakang!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...