Petisi Anti Hoax Partai Demokrat Pecahkan Rekor Muri

0
130

MATARAM – Penandatangan petisi anti berita bohong atau hoax dan fitnah yang diselenggarakan Partai Demokrat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Penandatangan petisi anti hoax dan fitnah ini bersamaan dengan kegiatan hari tanpa kendaraan atau car free day yang berlangsung di Jalan Udayana, kota Mataram, NTB, Ahad (7/5).

Presiden Indonesia ke-6 Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut serta membubuhkan tandatangan di kain putih yang disediakan didampingi Ani Yudhoyono dan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi serta putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono.

“Ini rekor MURI untuk masyarakat Mataram, NTB dan gubernur kesayangan kita Tuan Guru Bajang (TGB) panggilan akrab TGH Muhammad Zainul Majdi,” kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Hinca, menegaskan melalui seruan anti hoax dan fitnah ini, kebebasan pers yang adil, profesional, merdeka dan bertanggungjawab bisa terwujud.

Perwakilan Muri mencatat, petisi ditandatangani 9.709 orang. Rekor petisi melawan hoax sebelumnya dicatatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 3.000 orang.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengajak masyarakat menghentikan hoax dan fitnah.

“Fitnah dan hoax tidak boleh dibiarkan. Kita mendukung pers yang merdeka tetapi juga bertanggungjawab dan adil serta tidak membela pihak tertentu dan pihak yang lain. Kita ingin negeri ini adil, tidak tebang pilih dan pilih kasih,” katanya.

Menurut Presiden ke-6 Indonesia ini, Indonesia merupakan negara kebenaran, keadilan, etika dan hukum. Bukan negara kebohongan, fitnah dan hoax. Karena itu, rakyat harus memerangi itu.

“Dari NTB kita gerakkan nasional stop hoax dan fitnah. Kita dukung pers yang adil dan bertanggungjawab,” tegas SBY.

 

EDITOR: Harun S

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...