Penyidik KPK Novel Baswedan Disiram Air Keras Usai Subuh di Masjid

3
558
novel baswedan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (foto: Antara/Reno Esnir)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras sepulang sholat subuh, hari ini, Selasa (11/4). Saat ini Novel mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Benar Novel Baswedan disiram air keras, untuk sementara masih dalam perawatan,” kata adik Novel, Taufik Baswedan, seperti dilansir Antara, hari ini, Selasa (11/4).

Dari keterangan istri Novel diketahui diketahui penyidik KPK yang sedang mengusut kasus korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el) ini, disiram air keras di lokasi yang berjarak dua rumah dari rumahnya, saat berjalan kaki menuju rumah sepulang dari sholat Subuh berjamaah di Masjid dekat rumahnya.

Taufik menjelaskan pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menengok ke belakang. “Air keras mengenai wajah,” katanya.

Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata. Hingga saat ini Novel dalam kondisi sadar.

“Tidak ada luka lain,” ungkap Taufik.

Meski demikian Novel mungkin butuh menjalani perawatan inap di rumah sakit menurut Taufik.

Novel sebelumnya juga mengalami kecelakaan di Nusa Tenggara Barat saat menyidik kasus KTP-el.

Sementara itu juru bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkatnya membenarkan peristiwa tersebut. “Beliau sedang dirawat intensif di rumah sakit,” jelasnya.

Saat ini penyidik KPK sedang menuju rumah sakit untuk mengetahui kondisi terakhir Novel. “Tim KPK sedang menuju lokasi,” katanya.

Kasus saat ini ditangani oleh kepolisian. Kapolsek Kelapa Gading Komisaris Argo Wiyono mengatakan, keterangan lengkap kejadian ini akan disampaikan langsung oleh Kapolres Jakarta Utara.

“Sedang kami dalami, nanti keterangan resmi disampaikan Kapolres,” kata Argo.

 

EDITOR: Harun S

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...