Pejuang Kendeng, Kaki Dipasung Semen

4
259
kendeng, rembang, semen
Aksi Pejuang Kendeng, kaki dipasung semen di depan Istana Negara, Jakarta

JAKARTA, SERUJI News – Penolakan pendirian pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, Pati, Jawa Tengah, membawa para petani ke Jakarta untuk mengadu kepada Presiden Jokowi, sebanyak 40 orang petani Kendeng dengan kaki dipasung semen sudah 4 hari menjalani aksinya di depan Istana Negara, dan berharap Presiden mendengar aspirasi mereka untuk menutup ijin pembangunan pabrik semen.

Polemik yang berawal dari tahun 2010 antara penduduk Kendeng yang diwakili oleh Jaringan Masyarakat Peduli Pembangunan Kendeng (JMPPK) dan PT. Indocement Tunggal Perkasa, melalui anak perusahaannya PT. Sahabat Mulia Sakti, yang akan membangun pabrik semen di area Pegunungan Kendeng seluas 180ha, 128 ha diantaranya adalah pemukiman penduduk yang berjumlah kurang lebih 400 kepala keluarga.

Penolakan pembangunan pabrik semen oleh JMPPK berdasarkan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung: “Izin Lingkungan Harus dibatalkan dan Dicabut”, tanggal 5 Oktober 2016, berikut ilustrasi perijinan lingkungan pembangunan pabrik semen tersebut:

polemik kendeng, semen
Ilustrasi perijinan lingkungan pembangunan pabrik semen

Dalam keterangan gambar diatas jelas bahwa MA mencabut ijin lingkungan pembangunan pabrik semen, tapi pada tanggal 23 Februari 2017 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga salah satu politikus PDI Perjuangan malah menerbitkan Ijin Lingkungan yang baru dan jelas tidak memperhatikan putusan MA.

“Selain adanya masalah dalam ijin lingkungan, nanti yang petani jadi buruh, padahal kan tidak sehat. Biarkan kami bekerja dengan alam,” kata Sukinah, salah satu kartini pejuang kendeng yang kakinya dipasung dengan semen.

Sampai berita ini diturunkan para petani yang mempasung kakinya dengan semen masih bertahan di depan Istana Negara dan mengingatkan akan bertambahnya petani-petani Kendeng yang akan mengikuti aksi ini, sampai Presiden Jokowi mendengar aspirasi mereka untuk menutup pembangunan pabrik semen di Kendeng, Pati, Jawa Tengah. (Ardiansyah)

EDITOR: Iwan Y

Komentar

BACA JUGA
Bendera PBB

Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Gencatan Senjata di Suriah

NEW YORK, SERUJI.CO.ID - Dewan Keamanan PBB pada Sabtu (23/2) akhirnya mengesahkan sebuah resolusi, yang mendesak agar gencatan senjata diterapkan selama setidaknya 30 hari...
garam

Tingkatkan Kualitas, Pemkab Kembangkan 75 Hektar Lahan Garam Terintegerasi

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, mengembangkan 75 hektar lahan garam terintegrasi di dua kecamatan yaitu Labakkang dan Bungoro. "Tahun ini kami...

Legislator: Generasi Muda Lebih Suka Baca Status Daripada Buku

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mujib Rohmat prihatin dengan generasi muda yang lebih senang membaca status di media...
akun ustadz Somad disuspend

Akun Ustadz Somad Raib, Ini Protes Kang Emil ke Instagram

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jagad dunia maya dihebohkan dengan tiba-tiba lenyapnya akun instagram ulama terkemuka, ustadz Abdul Somad sejak hari ini, Ahad (25/2). Akun ustadz...

Drainase Buruk Sebabkan Jalan Protokol di Cianjur Banjir

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Sejumlah pengguna jalan menduga buruknya pembangunan drainase di sepanjang jalan protokol di Cianjur, Jawa Barat, sebagai penyebab banjir terutama ketika hujan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...