close

Nilai Wafatnya Ratusan Petugas KPPS Tragedi Nasional, KMN Galang Petisi di Change.org

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sekelompok anak muda yang peduli dengan kondisi Pemilu 2019 yang tergabung dalam Kolaborasi Milenial Nusantara (KMN) menilai wafatnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pasca pencoblosan pada Rabu (17/4) yang lalu, sebagai sebuah tragedia nasional.

Melihat banyaknya petugas KPPS yang wafat, yang menurut catatan KMN hingga 4 Mei 2019 pukul 16.00 WIB telah mencapai 440 orang ditambah 3.788 yang dirawat di rumah sakit, maka dianggap penting untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi.

“Pada hari Kamis 2 Mei 2019, Delegasi Kolaborasi Milenial Nusantara (KMN) telah mendatangi Kantor Komnas HAM dan menyampaikan surat pengaduan kepada Komisioner Komnas HAM agar desakan pembetukan Tim Pencari Fakta (TPF) ditindaklanjuti,” bunyi pernyataan KMN di laman petisi yang mereka buat di www.change.org.

Untuk lebih mendorong agar TPF segera dibentuk oleh Komnas HAM, maka inisiator KMN, dr. Dhienda Nasrul dan Indra Sakti Akbar membuat petisi di www.change.org untuk mengajak masyarakat memberikan dukungan.


Pantauan SERUJI, Senin (6/5) pukul 23.55 WIB petisi yang dibuat Ahad (5/6) tersebut telah mendapat dukungan dari lebih 8.210 orang.

Disampaikan juga oleh KMN, bahwa mereka tidak ingin tragedi wafatnya ratusan petugas KPPS tersebut, seolah-olah selesai ketika keluarga yang ditinggalkan diberikan santunan oleh KPU dan pihak lainnya.

“Kami ingin menegaskan bahwa wafatnya Petugas Pemilu 2019 (dalam hal ini KPPS) ini jumlahnya bukan belasan atau puluhan, tapi ratusan, dan mungkin saja angka tersebut akan terus bertambah,” tulisnya.

KMN mengajak masyarakat, bila masih memiliki nurani dan kemanusiaan, untuk tidak diam melihat peristiwa yang terjadi.

“Bila Komnas HAM tidak segera bergerak membentuk Tim Pencari Fakta (TPF), maka ini akan menjadi preseden buruk bagi sejarah bangsa kita,” tukas KMN dilaman petisi change.org.

Petisi KMN dapat diklik di sini: Desak Komnas HAM Bentuk TPF Wafatnya Ratusan Petugas Pemilu 2019!

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tidak Terjadi Kebakaran di Gedung Bawaslu RI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan mengonfirmasi tidak...

188 Korban Aksi 22 Mei Dirawat di RS Budi Kemuliaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rumah Sakit Budi Kemuliaan di Jakarta...

Kronologis Penyerangan Aparat Terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim Medis Dompet Dhuafa mengalami perlakuan...

Usai Kericuhan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Jakarta Tetap Kondusif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot...

Kerusuhan Pascapengumuman Pilpres, Ganjar Pranowo Sebut Ada Provokator

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut...

Jenazah Ustadz Arifin Dishalatkan di Masjid Al-Munawar Malaysia

KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID - Jenazah pendakwah dan Pimpinan Majelis...

TERPOPULER

Polisi Curiga Massa Yang Rusuh Malam Hari di Bawaslu, Bukan Massa Aksi Damai Sebelumnya

Menurut Kapolres massa aksi yang dibubarkan tidak berperangai sama dengan massa yang sejak sore berdemo. Massa aksi pendemo di depan Gedung Bawaslu sempat membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 20.30 WIB.

Polisi Bersama Ulama FPI Halau Massa Perusuh Yang Terbukti dari Luar Petamburan

"Perusuh ini bukan dari Jakarta dan bukan dari Petamburan, dari pagi tadi kami bersama tokoh-tokoh FPI, juga kami dibantu para ulama untuk menghalau mereka," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi

Personel TNI Berbagi Makanan Berbuka Puasa dengan Peserta Aksi di Bawaslu

Aksi simpatik itu menuai simpati dari para peserta aksi. "Masya Allah, hidup TNI," ujar seorang peserta aksi seraya tersenyum haru.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Rizal Ramli Melepas Seribuan Massa Aksi 22 Mei Menuju Bawaslu

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI Rizal Ramli melepas seribu lebih peserta Aksi 22 Mei yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di Rumah Perjuangan Rakyat, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (22/5) siang.