Minta Setya Novanto Mundur dari Ketua DPR dan Golkar, Ini Alasan Titiek Soeharto

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) meminta Setya Novanto yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi proyek KTP-el, untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dan juga sebagai Ketua DPR RI.

Titiek beralasan permintaannya itu demi kebaikan Golkar dan lembaga wakil rakyat DPR.

“Rasanya untuk kebaikan Golkar ke depan dan untuk menjaga marwah DPR,” kata Titiek usai bertemu gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/8).

Hal lain yang menjadi pertimbangan, lanjut Titiek, adalah agar roda organisasi Golkar dapat berjalan dengan baik. Sementara untuk DPR, dengan mundurnya Setya Novanto akan menjaga marwah lembaga tersebut dan terhindar dari hujatan masyarakat karena lembaga tinggi negara dipimpin tersangka Korupsi.

“Agar DPR tidak dihujat, dan Golkar berjalan dengan baik. Juga agar Novanto fokus menghadapi kasus hukumnya,” ujar Titiek.

Titiek berharap Novanto berbesar hati untuk mundur dan fokus hadapi kasus hukumnya. Jika nanti pengadilan membuktikan tidak salah, menurut Titiek, Novanto bisa kembali menduduki jabatannya sebagai Ketua Umum Gplkar maupun Ketua DPR RI.

“Saya harap semoga pak Novanto berbesar hati untuk mundur,” tutup Titiek.

(Arif R/Iwan S)

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pengabdian Tragis Dahlan Iskan!

Dua kali hari Kartini saya mendapatkan kado sedih. Pertama saat Ibu saya tercinta meninggal dunia dalam usia 52 tahun, 21 April 1994.

Ahok Menohok

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER