Karena Keyakinan Jalankan Perintah Agama, Toko Kue Ini Tolak Tulis Ucapan Natal

8
198

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Warganet heboh dengan beredarnya sebuah posting yang menceritakan adanya toko kue di Makassar yang menolak menuliskan ucapan selamat natal diatas kue pesanan konsumennya.

Toko kue tersebut bernama Chocholicious yang berada di Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar. Kini menjadi perbincangan di sosial media dan harus menghadapi bully dari berbagai pihak yang menganggap kebijakan toko kue tersebut diskriminatif berbau SARA.

Namun pemilik toko kue tersebut, Rafika, memberikan penjelasan kepada media, bahwa yang ia lakukan itu sebagai sebuah prinsip karena keyakinan yang ia anut. Dan prinsip itu telah ia minta jelaskan oleh pegawainya kepada pelanggan dengan baik.

“Kami memang sudah komitmen dari awal ya, perusahaan berdiri. Toko kue dan roti kami memang tidak menerima pembuatan ucapan Natal. Sampai di sini saja kemampuan kami,” kata Rafika saat kepada media online nasional, Ahad (24/12).

Lewat akun instagramnya, toko kue yang memfokuskan diri berjualan kue dengan bahan coklat tersebut juga memberikan penjelasan yang sangat baik, tanpa maksud diskriminatif atau pun SARA, karena mereka tetap melayani pembelinya tanpa menanyakan apa agama yang dianut.

Bahkan mereka tetap melayani pembeli yang membawa kartu ucapan natal sendiri, dan juga menyediakan kartu kosong dan papan coklat untuk ditulis pelanggan sendiri.

“Kami tak pernah mempersulit pelanggan kami. Kalaupun ada mau, silakan bawa sendiri ucapanya, boleh juga di tuliskan sendiri, asal bukan dari kami,” ujar Rafika.

Walau banyak yang membully kebijakan toko kue Chocholicious tersebut, namun tidak sedikit juga warganet yang memberikan dukungan, bahkan dari ummat Nasrani sekalipun turut mendukung pemilik Chocholicious yang teguh dengan keyakinannya.

“Sebagai penganut agama Kristen, gue sama sekali nggak masalah dengan keputusan toko kue ini. Tidak merasa didiskriminasi. Seller nya menjelaskan dgn baik-baik di Instagram dan meminta maaf bahwa mereka tidak bisa membuat ucapan tsb. Menolaknya pun secara halus. Toh bukannya kita mau beli ditanya dulu agamanya apa kan?” tulis Selphie Usagi di akun facebooknya, Senin (25/12).

Lewat akun instagramnya yang beralamat di @chocoliciousindonesia, toko kue ini memberikan penjelasan kepada para pelanggannya terkait kebijakan mereka tersebut.

“Bukan berarti kami tidak menghargai agama mas/mba. Akan tetapi dengan segala hormat inilah yang harus kami jalankan dari prinsip agama kami. Sekali lagi kami mohon maaf dari hati kami yang paling tulus dan rasa saling menghormati dan menghargai sebagai anak bangsa Indonesia,” tulis @chocoliciousindonesia pada Ahad (24/12).

Dengan segala kerendahan hati dan segala hormat. Sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami dari Chocolicious Indonesia belum bisa memberikan atau menyediakan tulisan ucapan selamat Natal dan semisalnya. ㅤ Bukan berarti kami tidak menghargai agama mas/mba. Akan tetapi dengan segala hormat inilah yang harus kami jalankan dari prinsip agama kami. Sekali lagi kami mohon maaf dari hati kami yang paling tulus dan rasa saling menghormati dan menghargai sebagai anak bangsa Indonesia. ㅤ Kami tetap menyediakan kartu ucapan dan papan cokelat sebagai kelengkapan pesanan mas/mba. Silakan diberikan ucapan sendiri. Sekali lagi, kami mohon perkenaannya. ㅤ We love you, Chocolovers 😊 ㅤ Hormat kami, Chocolicious Indonesia

A post shared by CHOCOLICIOUS INDONESIA (@chocoliciousindonesia) on

(ARif R)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....