Jelang Pilpres 2019, Media Penyiaran Terindikasi Mengalami Polarisasi

0
82
  • 3
    Shares
Jurnalis
Ilustrasi: Jurnalis

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah mengungkapan adanya indikasi media penyiaran, khususnya televisi, telah terpolarisasi menjelang pemilihan umum anggota legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Sekretaris DKP Provinsi Jawa Tengah Drs Sosiawan di Semarang, Sabtu (8/9), mengatakan bahwa media penyiaran itu seharusnya tidak berpihak kepada salah satu partai peserta pemilu anggota legislatif atau kontestan pilpres.

Namun pada kenyataanya menunjukkan adanya indikasi media penyiaran terpolarisasi dalam dua kubu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Ada yang terkesan kuat mendukung pasangan Jokowi dan KH Ma`ruf Amin dan ada pula yang prokubu pasangan Prabowo dan Sandi,” kata Sosiawan yang juga Ketua Komisi Informasi Provinsi Jateng sebagaimana dilansir Antara.

Di lain pihak, DKP PWI Jateng juga memandang perlu pers mengawasi penyelenggara pemilu, termasuk mengkritik putusan dan/atau produk peraturan perundang-undangan yang menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua DKP PWI Jateng Drs Sri Mulyadi MM mengatakan bahwa insan pers, khususnya anggota PWI, jangan sampai membiarkan kontroversi berlangsung terus-menerus, apalagi sampai menganggu tahapan Pemilu 2019.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 6 Butir a, disebutkan bahwa pers nasional melaksanakan peranannya memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU