Inilah Pernyataan Lengkap Habib Rizieq Terkait Fitnah Penempelan Poster di Saudi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab  akhirnya buka-bukaan secara gamblang peristiwa penempelan poster berlogo “ISIS” di belakang kediamannya di Arab Saudi.

Habib Rizieq menyampaikan pernyataannya atas peristiwa tersebut juga kejadian pemeriksaannya oleh polisi Arab Saudi lewat video yang disiarkan langsung lewat akun youtube Front TV.

Terlihat dalam video tersebut, Habib Rizieq memberikan pernyataan dengan didamping istri dan ketiga putrinya.

Diantara yang Habib Rizieq sampaikan adalah membantah informasi yang beredar di Indonesia yang menyebut bahwa dirinya ditangkap oleh Polisi Arab Saudi, karena faktanya polisi Saudi malah menganggap Habib Rizieq adalah korban fitnah dari yang menempel poster tersebut.

Berikut cuplikan pernyataan Habib Rizieq;

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh, kepada segenap saudara seiman dan seakidah, saudara sebangsa dan setanah air, alhamdulillahirobbil alamin, pada saat ini, saya bersama istri saya tercinta, begitu juga putri-putri saya tersayang, alhamdulillah kami dalam keadaan sehat wal afiat.

Nah pada kesempatan ini, sehubungan dengan adanya kesimpangsiuran berita tentang apa yang baru-baru saja terjadi yaitu di tempat tinggal kami, kami sekeluarga merasa perlu untuk menyampaikan beberapa hal agar tidak lagi terjadi kesimpangsiuran agar publik mendapatkan informasi yang benar, bukan infornasi-informasi dusta, palsu yang penuh fitnah.

Perlu kita sampaikan yang pertama adalah bahwa ya, memang ada satu pihak, entah seseorang atau mgkn lebih dari satu orang, telah menempelkan dengan double stip, yaitu suatu poster yang terbuat dari plastik, di dinding rumah saya atau tempat tinggal saya atau kami semua, bagian sebelah luar, yaitu di wilayah belakang rumah.

Sehingga rumah kediaman kami didatangi oleh aparat keamanan Saudi Arabia, mereka datang dengan santun, dengan sopan, kemudian meminta saya selaku penghuni rumah untuk menemui mereka di lapangan parkir di belakang rumah saya, maka saya segera menemui mereka.

Pada saat saya keluar dari rumah, poster yang saya sebutkan tadi itu sudah tidak ada, sudah dicabut oleh aparat keamanan Saudi. Jadi saya tidak pernah liat poster yang dipasang tersebut. Nah kemudian dalam pertemuan saya bersama dengan para aparat keamanan Saudi tadi, mereka meminta kesediaan saya untuk ikut ke kantor polisi dalam rangka untuk dimintai keterangan.

Nah karena itu saya tidak ingin menjadi perhatian tetangga atau perhatian orang, adanya aparat keamanan yang datang, saya setuju dan saya berangkat yaitu bersama mereka. Jadi tidak betul kalau ada berita saya ditangkap, saya ditahan, rumah saya disergap kemudian digeledah, itu semua bohong. Jadi tidak ada penggeledahan, tidak ada penyergapan. Yang ada mereka datang, mereka turunkan poster, mereka meminta saya menemui mereka, dan mereka minta kesediaan saya untuk memberi keterangan di kantor kepolisian.

Pada saat dimintai keterangan di kantor kepolisian ada tiga pertanyaan utama yang diberikan kepada saya. Pertama, apakah saya yang menempelkan poster tersebut? Maka dengan tegas dan singkat saya katakan, bukan.

Kemudian yang kedua pertanyaannya apakah saya tau, siapa orang atau pihak yang menempelkan poster tersebut? Maka saya jawab juga dengan singkat dan tegas, saya tidak tahu.

Lengkapnya dapat dilihat di video yang disiarkan Front TV;

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi