Indonesia Berbagi Pengalaman Perangi Terorisme di PBB

“Pengakuan-pengakuan mereka bisa dijadikan counter narasi untuk upaya memerangi terorisme,” kata Retno.

Di dalam memerangi terorime, Indonesia dikenal sebagai negara yang berhasil memadukan pendekatan dengan “soft power” dan “hard power”.

Menlu juga menyampaikan apa yang terjadi di kota Marawi di Filipina dan kepentingan Indonesia di dalam membantu mengatasi krisis yang terjadi di Filipina Selatan tersebut dengan mengadakan kerjasama trilateral bersama Malaysia dan Filipina.

Kemudian juga dengan melaksanakan pertemuan sub-regional untuk melawan pejuang terorisme asing dan terorisme lintas batas di Manado pada akhir Juli lalu.

Dalam pertemuan tingkat menteri di Markas PBB tersebut, Indonesia bersama Australia mengetuai bersama kelompok kerja untuk detensi dan reintegrasi dan juga kelompok kerja untuk memerangi ekstrimisme keras.

Menlu Australia Julie Bishop juga menyampaikan perhatiannya terhadap ancaman terorisme di tingkat regional seperti apa yang terjadi di Kota Marawi. (Ant/SU01)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

1 KOMENTAR

  1. yang sesungguhnya harus di share dari keadaan di Indonesia adalah toleransi oleh ummat Islam. Mayoritas, tapi memperbolehkan ummat lain beraktifitas secara merdeka, sesuai keyakinan mereka. Tidak memperlakukan ummat lain secara diskriminatif. yang sekarang ternyata justru dikhianati dan difitnah dengan label radikal dan intoleran.
    kalau terorisme, apa yang mau di share? Apakah ciri-ciri para teroris yang berjanggut, sering kemesjid, dan celana cingkrang? atau kehebatan bom panci buatan teroris indonesia? atau para terduga teroris yang sudah ditembak ditempat tanpa diperiksa?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER