Lebih lanjut ia mengatakan, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia sangat menentang kehadiran PKI, karena ideologinya tidak memiliki Tuhan atau sang pencipta. Karena itu, PKI merasa dihalangi oleh NU sehingga banyak kiyai, ulama dan santri menjadi korban pembunuhan.
“Kami menilai pemutaran film itu diharapkan masyarakat luas memahami sejarah kelam PKI di Indonesia,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya prihatin di era reformasi sekarang ini sejarah G30S/PKI sudah menghilang begitu saja. Bahkan, di sekolah pun kini mata pelajaran sejarah sudah dihilangkan.
Padahal, menurut dia, sejarah bagian penting untuk dipahami masyarakat sehingga dapat meningkatkan rasa patriotisme kebangsaan.
“Saya kira sejarah itu harus diketahui masyarakat luas agar mengetahui kejadian atau peristiwa lampau yang benar-benar terjadi di Tanah Air,” katanya. (Ant/SU02)
