1 Dari 9 Tokoh Pengembangan Bahasa Arab di Dunia, Dr. A Fuad Effendy, Asal Malang

MALANG – Ketika informasi tentang rencana Raja Salman ke Indonesia, SERUJI, menampilkan perjalanan panjang Dr.A Fuad Effendy, Dosen UN Malang yang sejak 2013, dipercaya menjadi salah satu anggota Dewan Pembina King Abdullah bin Abdulaziz International Center of Arabic Language. Ia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang dipercaya menjadi anggota lembaga tersebut selama 2 periode, yakni hingga tahun 2019. Hanya sembilan orang anggotanya mewakili berbagai benua.

Dr Fuad sendiri dalam dunia Bahasa Arab tidak berlangsung secara tiba-tiba. Pada tahun 1999,  ia  menggagas sebuah Organisasi Profesi Pengajar Bahasa Arab di Indonesia: Ittihadul Mudarrisiin Lughoh al-Arabiyah atau yang lebih dikenal dengan IMLA.

“Dulu banyak organisasi Bahasa Arab didirikan, tapi umurnya tidak lama. Bahkan, bisa dibilang sebelum lahir sudah mati”, Ia mengungkapkan pengalamannya ketika merintis Organisasi tersebut. Bahasa Arab masih sering dianggap sebagai bahasa yang sulit untuk dipelajari, padahal sebenarnya tidak.”

Pada periode pertama Dr Fuad menjabat sebagai Anggota King Abdullag bin Abdulaziz International Center for Arabic Language ini, Ia bertugas menetapkan strategi umum dari rencana induk pengembangan Bahasa Arab di Dunia. Program kerja selama satu tahun disusun dan dilaksanakan setelah menjajaki kerjasama dengan berbagai lembaga di dunia yang memiliki fokus utama yang sama dalam pengembangan Bahasa Arab.

“Layaknya sebuah program kerja, setiap 3 bulan sekali rencana yang telah dilaksanakan dievaluasi setiap 3 bulan, sehingga bisa dipastikan pada setiap rapat evaluasi tersebut terbang menuju Riyadh atau negara lain yang ditetapkan sebagai lokasi rapat evaluasi.”

Ia menyatakan bahwa berkiprah dalam mengembangkan Bahasa Arab di dunia merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Beliau sudah berikrar untuk mendedikasikan dirinya untuk perjuangan melestarikan Bahasa Arab di seluruh dunia.

Dan perjalanannya sendiri dalam berkiprah menjaga Bahasa Arab sudah dimulai sejak tahun 1980. Saat itu Beliau menjadi Pimpinan Majalah Lisan, sebuah majalah berbahasa Arab. Kemudian pada tahun 1999, Cak Fuad menginisasi berdirinya IMLA yang kemudian setiap tahun memiliki agenda besar dan rutin yang dilaksanakan bersamaan dengan Pekan Ilmiah Nasional Bahasa Arab (PINBA).

Pada 2014 lalu, perjuangannya dalam menjaga Bahasa Arab di Indonesia mendapat penghargaan dari King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language. Dr Fuad sendiri kemudian bermaksud untuk tidak hanya melibatkan pengajar Bahasa Arab yang ada di Indonesia dalam IMLA ini.

Besok, Kamis (23/2) Dr Fuad berangkat ke Saudi hingga 1Maret 2017,  karena ada pertemuan seluruh Pengajar Bahasa Arab dunia di Riyadh, Dr Fuad ingin melibatkan semua Pengajar Bahasa Arab di seluruh dunia untuk mengembangkan Bahasa Arab menjadi bahasa akademik di dunia.

“Bahasa Arab hari ini sudah menjadi salah satu bahasa Internasional,” tegasnya. “ Pamor Bahasa Arab akan semakin berkembang dan semakin mudah dipahami, sehingga tidak ada orang yang kesulitan dalam memahami Bahasa Arab ini.”

EDITOR: Yus Arza

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.