Di Atas Putin dan Trump, Jokowi Dinobatkan Sebagai Kepala Pemerintahan Terpopuler Dunia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi dinobatkan sebagai kepala pemerintahan paling populer di dunia saat ini. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh sebuah media online gzeromedia.com yang merupakan perusahaan media dari Eurasia Group, yang bermarkas di New York Amerika Serikat.

Menurut survei yang dipublikasikan pada 16 April 2019 tersebut, memasuki lima tahun pemerintahannya, tingkat popularitas Presiden Jokowi masih sangat tinggi, sehingga menempatkan Jokowi sebagai ‘the world’s most popular elected leaders‘, atau pemimpin terpopuler dunia yang dipilih lewat pemilihan langsung.

Tingginya popularitas Jokowi yang mengalahkan pemimpin dunia dari berbagai negara lain, menurut gzeromedia sesuatu yang sangat mengesankan.

Pasalnya, menurut gzeromedia, Jokowi berada di ujung pemerintahannya, jauh setelah efek ‘bulan madu’ saa ia terpilih lima tahun lalu. Berbeda dari pemimpin negara lain yang baru saja terpilih atau kembali terpilih seperti Putin, Modi, Trump, dan lainnya.

Tingkat Popularitas Jokowi Sebesar 71 Persen, Jauh di Atas Trump Yang Hanya 42 Persen

Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Jokowi memiliki tingkat popularitas sebesar 71 persen, dinilai dari tingkat kepuasan atas performa pemerintahannya. Tingkat popularitas Jokowi ini di atas popularits Presiden Rusia Vladimir Putin (64%) yang berada di peringkat kedua.

Di urutan ketiga ditempati Perdana Menteri Rusia Narendra Modi (63%), yang diikuti di posisi keempat Kanselir Jerman, Angela Markel (53%).

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang selalu menghiasai pemberitaan media, tidak hanya dalam negeri AS juga di seluruh dunia, ternyata tingkat popularitasnya hanya 42 persen, menempati urutan kelima.

Graphis Popularitas pemimpin negara-negara dunia (gzeromedia.com).

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER