Ajak Berkegiatan Sehat Pakai Istilah “Iktikaf Run”, Sandiaga Malah Dikritik Putri Gus Mus

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden dari pasangan nomor urut 02 dalam Pilpres 2019, Sandiaga Uno mengajak untuk berolahraga lari pada malam hari sebelum melaksanakan ‘iktikaf’ di masjid.

“Sebelum i’tikaf, saya mengajak teman-teman dari Jakarta Berlari untuk berlari malam bersama,” kata Sandiaga lewat akun twitternya yang terverfikasi @sandiuno, Kamis (30/5) dini hari.

Kegiatan lari malam sebelum beriktikaf di masjid tersebut disebut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini dengan istilah ‘Iktikaf Run’ yang rupanya telah menjadi kebiasaannya selama bertahun-tahun.

“Kegiatan i’tikaf run ini sudah menjadi rutinitas saya di 10 malam terakhir bulan Ramadhan selama bertahun-tahun. Alhamdulillah, peserta yang ikut semakin ramai,” ujar Sandiaga.

Penggunaan istilah ‘Iktikaf Run’ oleh Sandiaga tersebut, mendapat kritik dari putri KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ienas Tsuroiya.

“Setahu saya, i’tikaf itu aktivitas berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah. Bisa diisi sholat sunnah, tadarus (baca Quran), berdzikir dst,” kata Ienas lewat akun twitternya @tsuroiya, Kamis (30/5) sambil mengutip berita dari situs berita online.

Menurut Ienas yang juga istri dari Ulil Abshar Abdalla ini, penggunaan istilah ‘Iktikaf Run” untuk kegiatan lari Sandiaga tersebut tidak tepat.

“Jadi, kalau memilih olahraga boleh saja, tp seharusnya ngga usahlah pake istilah i’tikaf.. jadi aneh,” ujarnya.

https://twitter.com/tsuroiya/status/1133874932859977729

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER