UINSA Kembangkan 77 Buku Bacaan Berbasis NKRI dan Ramah Anak


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Program gerakan literasi sekolah yang gencar dilaksanakan di Indonesia, direspons oleh para akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang didukung Kementerian Agama, dengan membuat buku-buku bacaan berkualitas bagi siswa SD dan MI.

Buku bacaan yang dibuat berjenjang tersebut, isinya dikemas sesuai dengan nilai-nilai dan budaya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama untuk menanamkan sejak dini rasa kebersamaan dan persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat.

Buku ini juga didesain dengan memperhatikan hak-hak anak sebagai subyek utama pengguna buku.

“Buku bacaan berjenjang ini khusus kami buat untuk membantu guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa sejak dini dan menghadirkan nilai-nilai dan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Desain buku ini dirancang agar anak lebih tertarik untuk membaca, misalnya dengan ilustrasi karikatur lomba karapan sapi, tolong menolong sebagai kebiasaan yang baik, pelabuhan kotaku yang memperkenalkan keunggulan pelabuhan di kota-kota Indonesia, dan masih banyak lagi,” papar Evi Fatimatur Rusydiyah, ketua laboratorium pembelajaran Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UINSA saat acara reviu buku yang mengundang para guru, psikolog, budayawan, praktisi literasi, dan dosen-dosen dari beberapa provinsi di Hotel GreenSA Inn Surabaya, Ahad (4/3).

Selain buku bacaan, UINSA juga mengembangkan aplikasi Ayo Membaca yang digunakan untuk untuk mengukur kemampuan membaca siswa.

“Melalui aplikasi ini, kita dapat mengetahui jenjang kemampuan membaca siswa dan memberikan buku-buku bacaan yang sesuai dengan jenjang kemampuan membacanya sehingga siswa menjadi lebih mudah memahami isi buku yang mereka baca. Bila mereka sudah senang membaca karena memahami isinya yang menarik maka akan tumbuh budaya membacanya,” kata Evi lagi.

Aplikasi Ayo Membaca dikembangkan UINSA bersama Pemerintah Kota Surabaya untuk mengukur kemampuan membaca para siswa di Surabaya. Sekarang aplikasi tersebut dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan di seluruh Indonesia bersama dengan buku-buku bacaan berjenjang.

Pembuatan buku bacaan berjenjang dan aplikasi ini, menurut Prof Ali Mudhofir, Dekan FTK UINSA sebagai dukungan konkret akademisi untuk menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan literasi, dan membuat siswa mencintai tanah airnya.

“Ini juga bentuk implementasi visi dan misi kami yang selalu punya inovasi dan kreativitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian masyarakat,” tukasnya.

Pembuatan buku bacaan berjenjang berbasis NKRI dan ramah anak ini ditanggapi positif para praktisi dan aktivis literasi, seperti dipaparkan oleh Heni WR pengelola taman baca Mata Aksara Yogyakarta.

“Setelah membaca buku-buku bacaan ini kami bisa belajar dan membangun kesepahaman dalam menyediakan buku-buku bacaan yang berkualitas untuk anak,” kata aktivis penerima anugerah TBM Kreatif Rekreatif dari Mendikbud tahun 2012 itu. (Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close