Tiga Menteri Resmikan Politeknik Ketenagakerjaan

0
76
Peresmian Politeknik Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir saat penandatanganan peresmian Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Bekasi Selatan, Jumat (27/10/2017). (Foto: Satria/SERUJI)

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Tiga Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK menghadiri peresmian Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) yang berlokasi di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di Jalan Guntur Raya No. 1, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, pada Jumat (27/10).

Selain Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dakhiri, dua menteri lainnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Asman Abnur dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MenRistekDikti) Mohammad Nasir.

Dalam sambutannya Menaker Hanif Dakhiri mengatakan tantangan ketenagakerjaan ke depan yang semakin kompleks membutuhkan sumber daya manusia yang profesional di bidang Ketenagakerjaan.

“Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Kemenaker perlu membangun Politeknik yang spesifik pada aspek Ketenagakerjaan,” ujar Hanif.

Sebagai jembatan emas dalam menyiapkan tenaga profesional dan handal, Hanif mengatakan Polteknaker mengemban tugas yang mulia dan bermakna, untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang kompeten dan mampu bersaing di era perdagangan bebas, khususnya di bidang ketenagakerjaan.

Untuk mendukung hal tersebut, terang Hanif, Politeknik Ketenagakerjaan membuka tiga program studi yang dikembangkan yakni program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Relasi Industri, dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

“Saya mengapresiasi besarnya animo masyarakat masuk Politeknik Ketenagakerjaan. Hal ini terbukti dengan kuota kebutuhan mahasiswa yang hanya 90 orang, tapi diperebutkan oleh 2.605 orang,” ujarnya.

Tujuan dari pendirian Politeknik ini sebagai bentuk perwujudan Pemerintah dalam rangka mendukung Nawacita ke-6 (Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia) dan Nawa Kerja Ketenagakerjaan ke-2 (Percepatan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja), oleh karenanya jajaran Kementerian Ketenagakerjaan dengan segenap tenaga dan pikiran membangun Politeknik Ketenagakerjaan.

“Politeknik ini sebagai bentuk jawaban dari kebutuhan kalangan stakeholders yang menginginkan adanya sumber daya manusia yang handal, terampil, kompeten, siap pakai, dan siap kerja,” tutur Hanif.

Ia pun berharap dalam beberapa tahun ke depan, Polteknaker ini dapat menjadi salah satu lembaga pendidikan penghasil SDM profesional pada aspek ketenagakerjaan, yang mampu menjadi 20 besar Politeknik di tingkat global.

”Sekali lagi saya menghimbau agar dunia usaha atau industri dapat bersama-sama kami dalam mewujudkan keinginan tersebut,” ujarnya.

Kepada para mahasiswa baru, Menaker Hanif selain mengucapkan selamat atas diterimanya menjadi mahasiswa Polteknaker Angkatan I, dirinya pun berharap para mahasiswa dapat mengikuti seluruh kegiatan pendidikan dengan baik dan mampu mencapai prestasi yang maksimal dengan cara bekerja, berdedikasi, jujur, untuk menjadi profesional. (Satria/SU02)

BERITA PILIHAN

TERBARU