Terkait Alih Kelola SLTA, Legislator: Ibarat Bayi, Melepasnya Harus Bertahap

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Reni Astuti mengatakan alih kelola SMA dan SMK dari pemerintah daerah ke pemerintah provinsi ibarat melepas bayi, sehingga tidak bisa dilepas begitu saja.

“Seperti anak bayi, tidak bisa dilepas begitu saja. Ada tahapannya supaya bisa mandiri. Sama hal nya dengan alih kelola dari kota ke provinsi, bertahap. Tidak bisa lepas begitu saja,” ucapnya saat ditemui SERUJI di gedung DPRD, Jalan Yos Sudarso, Selasa (22/8).

Reni mengibaratkan demikian, karena adanya pembatalan anggaran sebesar Rp 180 miliar untuk SMA dan SMK oleh pemerintah kota. Rencananya, bantuan tersebut digunakan untuk biaya pendidikan siswa kurang mampu jenjang SMA dan SMK di Surabaya.

“Kami menyadari, provinsi belum bisa menjamin 100 persen. Oleh karena itu, dari pemkot dananya ada, ya itu kita berikan. Namun sayang ditolak oleh pemerintah kota sendiri,” tukasnya.

Hingga saat ini, pihak DPRD terutama komisi D belum mengetahui pasti alasan pemkot tidak ingin menggelontorkan dana tersebut. Padahal, kata Reni, secara peraturan hal tersebut diperbolehkan oleh Kemendagri.

“Yang tidak diperbolehkan kalau anggaran diberikan dalam bentuk Bopda, kalau lain boleh. Jadi bisa dialihkan untuk bantuan khusus,” terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close