Simak dan Catat, Inilah Aturan Baru Penerimaan Murid Tahun 2019


Namun peraturan mengenai PPDB yang baru tidak berlaku untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Seleksi masuk SMK dilakukan berdasarkan nilai Ujian Nasional (UN) dengan mempertimbangkan hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian dan hasil perlombaan.

Ketika ada kesamaan hasil Ujian Nasional dan hasil seleksi lainnya di antara para pendaftar, pemerintah meminta sekolah memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili di wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang sama dengan SMK yang bersangkutan.

Permendikbud baru juga tidak berlaku untuk sekolah swasta, satuan pendidikan kerja sama, sekolah Indonesia di luar negeri, sekolah pendidikan khusus, sekolah layanan khusus, sekolah berasrama, sekolah di daerah terluar, terdepan dan tertinggal, serta sekolah di daerah yang tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar.

Favorit dan Nonfavorit

Selama ini sebagian warga berupaya memasukkan anak mereka ke sekolah favorit dengan berbagai cara, antara lain dengan pindah ke lokasi yang dekat dengan sekolah yang bersangkutan sebelum anaknya tamat; atau menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) suaya anaknya bisa masuk sekolah yang diinginkan.

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan, Chatarina Muliana Girsang, mengatakan pemerintah ingin menghapus istilah sekolah favorit dan nonfavorit dengan menerapkan sistem zonasi.

“Makanya dalam Permendikbud 51 ini kita kunci. KK yang digunakan adalah yang diterbitkan minimal satu tahun sebelumnya. Kemudian yang diutamakan siswa yang alamatnya sesuai dengan sekolah asalnya,” kata Chatarina.

Pemerintah juga meminta pengelola sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau surat keterangan domisili dalam satu wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal.

Dengan penerapan sistem zonasi, Chatarina berharap dalam lima tahun ke depan istilah sekolah favorit dan nonfavorit sudah tidak ada lagi. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close