Polisi Beberkan Temuan Kekerasan Guru Kepada Murid

0
180
Brigjen Pol Rikwanto
Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Peristiwa pemukulan yang ada di video yang viral di media sosial, awalnya diduga sama dengan aksi kekerasan seorang guru SMPN 10 Pangkalpinang yang terjadi bulan Oktober 2017 lalu. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, polisi menemukan fakta tempat kejadian perkara (TKP) pemukulan yang ada di video berbeda dengan peristiwa di SMPN 10 Pangkalpinang.

“Pada video viral kondisi ruang kelas dengan TKP berbeda dan tidak ada kesesuaian. Kemudian TKP pemukulan pada video viral berada di dalam kelas, sedangkan peristiwa pemukulan di SMPN 10 di luar kelas,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/11).

Selain itu, kata Rikwanto, ciri-ciri guru dan murid yang ada pada video viral tidak sesuai dengan guru dan murid yang terlibat peristiwa pemukulan di SMPN 10 Pangkalpinang.

Hingga saat ini, polisi terus melakukan investigasinya.

Sementara itu, pihak SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, telah membantah bahwa video yang beredar viral di sosial media tersebut terjadi di sekolahnya.

“Sehubungan dengan beredar dan viralnya video penganiayaan siswa sekolah melalui media sosial yang mengatasnamakan terjadi di SMP Negeri 10 Pangkalpinang, maka dengan ini kami membantah tudingan tersebut, dan kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak terjadi di SMP Negeri 10 Pangkalpinang,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Muhamad Kadar, lewat sebuah surat yang diterima SERUJI, Senin (6/11).

Kemudian, baik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) maupun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) sepakat akan meminta bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) untuk bisa melacak lokasi kejadian dalam video tersebut.

“Terkait hal ini, Kementerian PPPA dan Kemdikbud akan melakukan penyelidikan untuk memastikan peristiwa tersebut dan akan bertindak sesuai kewenangan yang diamanatkan oleh perundangan,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui siaran pers yang diterima SERUJI, Senin (6/11). (SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Hari Reresik Malioboro

Wisatawan Keluhkan Mahalnya Tarif Parkir di Yogyakarta

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keluhan wisatawan terkait tarif parkir kendaraan yang melebihi ketentuan saat libur Lebaran, khususnya di kawasan wisata Kota Yogyakarta mewarnai lini massa di...

Seorang Warga Nunukan Digigit Buaya

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Kampung Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami luka-luka akibat digigit buaya pada Ahad (17/6), sekitar pukul 10.30...
Mochamad Iriawan

Terungkap Pengusul Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar, Mendagri: Presiden Jokowi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Teka-teki siapa pengusul Komisari Jendral Polisi M. Iriawan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat, menggantikan Ahmad Heryawan, terjawab saat pelantikan Iriawan yang...

Satpam Sekolah Gagalkan Pencurian Laptop

PONOROGO, SERUJI.CO.ID - Satpam SMPN 2 Jetis, Marni menggagalkan pencurian "laptop" atau komputer jinjing yang dilakukan dua orang tersangka, Randy dan Dika keduanya warga Kabupaten...

Abrasi Laut Ancam Wisata Tanjung Lesung

BANTEN, SERUJI.CO.ID - Abrasi air laut berpotensi mengancam puluhan meter jalan utama menuju destinasi wisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang menjadi pilihan favorit...