Polisi Beberkan Temuan Kekerasan Guru Kepada Murid

0
188
Brigjen Pol Rikwanto
Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Peristiwa pemukulan yang ada di video yang viral di media sosial, awalnya diduga sama dengan aksi kekerasan seorang guru SMPN 10 Pangkalpinang yang terjadi bulan Oktober 2017 lalu. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, polisi menemukan fakta tempat kejadian perkara (TKP) pemukulan yang ada di video berbeda dengan peristiwa di SMPN 10 Pangkalpinang.

“Pada video viral kondisi ruang kelas dengan TKP berbeda dan tidak ada kesesuaian. Kemudian TKP pemukulan pada video viral berada di dalam kelas, sedangkan peristiwa pemukulan di SMPN 10 di luar kelas,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/11).

Selain itu, kata Rikwanto, ciri-ciri guru dan murid yang ada pada video viral tidak sesuai dengan guru dan murid yang terlibat peristiwa pemukulan di SMPN 10 Pangkalpinang.

Hingga saat ini, polisi terus melakukan investigasinya.

Sementara itu, pihak SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, telah membantah bahwa video yang beredar viral di sosial media tersebut terjadi di sekolahnya.

“Sehubungan dengan beredar dan viralnya video penganiayaan siswa sekolah melalui media sosial yang mengatasnamakan terjadi di SMP Negeri 10 Pangkalpinang, maka dengan ini kami membantah tudingan tersebut, dan kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak terjadi di SMP Negeri 10 Pangkalpinang,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Muhamad Kadar, lewat sebuah surat yang diterima SERUJI, Senin (6/11).

Kemudian, baik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) maupun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) sepakat akan meminta bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) untuk bisa melacak lokasi kejadian dalam video tersebut.

“Terkait hal ini, Kementerian PPPA dan Kemdikbud akan melakukan penyelidikan untuk memastikan peristiwa tersebut dan akan bertindak sesuai kewenangan yang diamanatkan oleh perundangan,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui siaran pers yang diterima SERUJI, Senin (6/11). (SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU