Polisi Beberkan Temuan Kekerasan Guru Kepada Murid

0
151
Brigjen Pol Rikwanto
Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Peristiwa pemukulan yang ada di video yang viral di media sosial, awalnya diduga sama dengan aksi kekerasan seorang guru SMPN 10 Pangkalpinang yang terjadi bulan Oktober 2017 lalu. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, polisi menemukan fakta tempat kejadian perkara (TKP) pemukulan yang ada di video berbeda dengan peristiwa di SMPN 10 Pangkalpinang.

“Pada video viral kondisi ruang kelas dengan TKP berbeda dan tidak ada kesesuaian. Kemudian TKP pemukulan pada video viral berada di dalam kelas, sedangkan peristiwa pemukulan di SMPN 10 di luar kelas,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/11).

Selain itu, kata Rikwanto, ciri-ciri guru dan murid yang ada pada video viral tidak sesuai dengan guru dan murid yang terlibat peristiwa pemukulan di SMPN 10 Pangkalpinang.

Hingga saat ini, polisi terus melakukan investigasinya.

Sementara itu, pihak SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, telah membantah bahwa video yang beredar viral di sosial media tersebut terjadi di sekolahnya.

“Sehubungan dengan beredar dan viralnya video penganiayaan siswa sekolah melalui media sosial yang mengatasnamakan terjadi di SMP Negeri 10 Pangkalpinang, maka dengan ini kami membantah tudingan tersebut, dan kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak terjadi di SMP Negeri 10 Pangkalpinang,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Muhamad Kadar, lewat sebuah surat yang diterima SERUJI, Senin (6/11).

Kemudian, baik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) maupun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) sepakat akan meminta bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) untuk bisa melacak lokasi kejadian dalam video tersebut.

“Terkait hal ini, Kementerian PPPA dan Kemdikbud akan melakukan penyelidikan untuk memastikan peristiwa tersebut dan akan bertindak sesuai kewenangan yang diamanatkan oleh perundangan,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui siaran pers yang diterima SERUJI, Senin (6/11). (SU02)

Komentar

BACA JUGA

Ratusan Bangunan Warisan Budaya, Belum Dapat Rekomendasi Cagar Budaya

 KULON PROGO, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 300 bangunan warisan budaya yang tersebar di 12 kecamatan, di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapat rekomendasi...

Gunakan Ijaazah Palsu, KPU Tak Loloskan Kandidat Petahana

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kandidat petahana dalam Pilkada Mimika yakni Eltinus Omaleng yang berpasangan dengan Johanes Rettob, dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi peserta pilkada serentak...

Dua Pemukiman Terbakar Akibat Karhutla, Polisi Tindak Tegas Pelaku

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan menindak...

Bawaslu: Kabupaten Badung Rawan Pelanggaran Pilkada Bali

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali menyatakan Kabupaten Badung menjadi daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada Bali 2018, dibandingan dengan delapan...

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Berlakukan Jam Malam Pelajar

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) akan memberlakukan jam malam kepada pelajar di daerah ini, untuk mencegah mereka melakukan tindakan...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...