Mendikbud Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

0
54
ilustrasi pendidikan
ilustrasi

Palangka Raya, 17/17 (Antara) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menekankan pentingnya pendidikan karakter yang diberikan guru terhadap para siswa.

“Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter terhadap siswa harus menjadi fondasi dan ruh utama dalam setiap pelaksanaan pendidikan,” tutur Muhadjir saat menjadi pemateri dalam seminar nasional yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Senin (17/7).

Pada seminar nasional yang diinisiasi KAHMI Kalteng ini, Mendikbud menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan.

“Untuk sekolah dasar sebesar 70 persen, sedangkan untuk sekolah menengah pertama sebesar 60 persen,” ujar Muhadjir di hadapan para peserta yang terdiri dari sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya serta para kepala sekolah dan guru dan peserta lain yang hadir.

Pada seminar nasional bertema “Penguatan Pendidikan Dan Kebudayaan Dalam Mewujudkan Wacana Pemindahan Ibukota Negara RI Ke Kalimantan Tengah” ini, Muhadjir berujar bahwa pelaksanaan pendidikan harus mencakup lima karakter utama yang bersumber dari Pancasila.

“Lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PPK yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan,” lanjutnya.

Menurut penuturanya, kunci kesuksesan pendidikan karakter terletak pada peran guru sehingga guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya.

Guru hendaknya dapat melekat dengan anak didiknya sehingga dapat mengetahui perkembangan anak didiknya. Tidak hanya dimensi intelektualitas saja, akan tetapi juga kepribadian setiap anak didiknya.

Sementara itu, Ketua Umum KAHMI Kalteng, Rusliansyah juga mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah bertukar pikiran dalam hal kesiapan masyarakat daerah khususnya yang berkaitan dengan wacana Palangka Raya sebagai Ibu Kota Negara RI.

Pemateri dalam seminar nasional tersebut seperti Pakar Hukum Tata Negara Prof Refly Harun yang membawakan tema “Prospek dan masa Depan Kota Palangka Raya Sebagai Calon Ibu Kota Negara Republik Indonesia”.

“Melalui seminar nasional ini diharapkan dapat terwujudnya pemikiran, sikap dan tekad yang sama antara Pemerintah Daerah dengan Masyarakat Kalimantan Tengah dalam mendukung serta menerima konsekuensi apabila terjadi Ibu Kota Negara dipindahkan ke Palangka Raya,” ujar Rusli. (HA)

Komentar

BACA JUGA
Hi-Tech jadi Pusat Kesenian

Hi-Tech Mall Akan Dijadikan Pusat Kesenian, Pemkot Tetap Beri Kesempatan Pedagang IT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya optimis bisa menjadikan gedung Hi-Tech Mall, di jalan Kusuma Bangsa, sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan ratusan pedagang IT...
Balok grider ambruk

Maraknya Kecelakaan Konstruksi, Fahira: Membangun Jangan Asal Cepat Diresmikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menyoroti maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, apalagi selain menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik juga...
ustadz abdul somad

Ustadz Abdul Somad Resmikan Gerai 212 di Dumai

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Ustadz Abdul Somad meresmikan gerai 212 Mart di Jalan Merdeka Kota Dumai, yang merupakan unit usaha pertama dengan keanggotaan koperasi 380 orang...

Habib Rizieq Batal Pulang, Ustadz Bachtiar Nasir: Khawatir Keamanan Indonesia Kacau

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengurungkan kepulangannya ke Indonesia diketahui khawatir dengan kondisi keamanan Indonesia yang kacau....
Agus Hermanto

DPR: MD3 Sah Meskipun Presiden Tidak teken

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan Perubahan Kedua Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) tetap...
loading...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...
images (1)

Garis 6: Tujuan Hidup

Apa tujuan hidup? Jadi pejabat? Jadi orang terkenal? Jadi orang kaya? Itu bukan tujuan hidup, karena pejabat bisa mati, orang terkenal pun tak selamanya...