Mendikbud Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

0
18
ilustrasi pendidikan
ilustrasi

Palangka Raya, 17/17 (Antara) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menekankan pentingnya pendidikan karakter yang diberikan guru terhadap para siswa.

“Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter terhadap siswa harus menjadi fondasi dan ruh utama dalam setiap pelaksanaan pendidikan,” tutur Muhadjir saat menjadi pemateri dalam seminar nasional yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Senin (17/7).

Pada seminar nasional yang diinisiasi KAHMI Kalteng ini, Mendikbud menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan.

“Untuk sekolah dasar sebesar 70 persen, sedangkan untuk sekolah menengah pertama sebesar 60 persen,” ujar Muhadjir di hadapan para peserta yang terdiri dari sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya serta para kepala sekolah dan guru dan peserta lain yang hadir.

Pada seminar nasional bertema “Penguatan Pendidikan Dan Kebudayaan Dalam Mewujudkan Wacana Pemindahan Ibukota Negara RI Ke Kalimantan Tengah” ini, Muhadjir berujar bahwa pelaksanaan pendidikan harus mencakup lima karakter utama yang bersumber dari Pancasila.

“Lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PPK yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan,” lanjutnya.

Menurut penuturanya, kunci kesuksesan pendidikan karakter terletak pada peran guru sehingga guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya.

Guru hendaknya dapat melekat dengan anak didiknya sehingga dapat mengetahui perkembangan anak didiknya. Tidak hanya dimensi intelektualitas saja, akan tetapi juga kepribadian setiap anak didiknya.

Sementara itu, Ketua Umum KAHMI Kalteng, Rusliansyah juga mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah bertukar pikiran dalam hal kesiapan masyarakat daerah khususnya yang berkaitan dengan wacana Palangka Raya sebagai Ibu Kota Negara RI.

Pemateri dalam seminar nasional tersebut seperti Pakar Hukum Tata Negara Prof Refly Harun yang membawakan tema “Prospek dan masa Depan Kota Palangka Raya Sebagai Calon Ibu Kota Negara Republik Indonesia”.

“Melalui seminar nasional ini diharapkan dapat terwujudnya pemikiran, sikap dan tekad yang sama antara Pemerintah Daerah dengan Masyarakat Kalimantan Tengah dalam mendukung serta menerima konsekuensi apabila terjadi Ibu Kota Negara dipindahkan ke Palangka Raya,” ujar Rusli. (HA)

SUMBERAntara
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Meski Tertunda Karena Hujan, Akhirnya Tenda Bantuan Untuk Rohingya Dapat Didirikan

BANGLADESH – Akhirnya tenda bantuan dari Indonesia untuk pengungsi Rohingya sudah berdiri. meskipun sebelumnya sempat tertunda akibat hujan deras pada hari Kamis (21/9), di...

Oktober, Jadi Tidaknya Demokrat Usung Khofifah Ditentukan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peluang Mensos Khofifah Indar Parawansa untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat pada Pilgub Jatim 2018 mendatang terbuka lebar. Pasalnya, menurut rencana...

Pengamat: Emil-Daniel Perpaduan Yang Saling Melengkapi

JAKARTA- Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan bila Partai Golkar memutuskan mendukung pasangan Ridwan Kamil (Emil)-Daniel Mutaqien pada...

Uber Terancam Dilarang Beroperasi di London

LONDON - Perusahaan operator transportasi online Uber terancam tidak dapat beroperasi di London setelah perpanjangan lisensi operasinya ditolak oleh otoritas transportasi London, Transport for...

Rotasi Pejabat, Soekarwo Promosikan Adik La Nyalla Mattalitti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo merotasi sejumlah nama menduduki jabatan baru di Pemprov Jatim. Tak terkecuali adik kandung La Nyalla Mattalitti, yakni...

Polisi Mimika Sita Ribuan Sachet Obat Batuk

TIMIKA - Kepolisian Sektor Mimika Baru, Polres Mimika, Papua, menyita 40 karton berisi 59.610 sachet obat batuk jenis komix yang dijual bebas tanpa izin...