Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Jakarta — Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

LKTI pertama kali diselengarakan pada tahun 2012, 2013, 2014, dan 2015. Pada tahun 2016 LKTI tidak diselenggarakan karena ada pemangkasan anggaran.

“Kami mengundang para siswa Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia untuk ikut serta pada ajang lomba karya tulis Ilmiah,” kata Direktur Pendidikan Madrasah M Nur Kholis Setiawan di Jakarta, Jumat (10/02) sebagaimana dilansir Pinmas Kemenag.

Menurutnya, LKTI bertujuan mengenalkan riset atau penelitian sebagai bentuk pengembangan minat bakat siswa MA, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk menuangkan ide dan gagasan kreatif dalam tulisan. Dari situ diharapkan akan terbangun tradisi berfikir kritis, ilmiah, dan solutif yang berujung pada lahirnya generasi produktif.

“Pendaftaran LKTI dibuka dari 1 sampai 28 Februari 2017. Siswa bisa melakukan pendaftaran dengan mengirim form biodata peserta berikut rencana penelitiannya ke email lktimadrasahnasional@gmail.com,” ujarnya.

(info selangkapnya, sila klik: PETUNJUK TEKNIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH/LKTI SISWA MADRASAH BERBASIS RISET TAHUN 2017)

Peserta yang mendaftar selanjutnya akan diseleksi secara administratif oleh tim LKTI pada Maret 2017. Hasil seleksi administrasi ini akan diumumkan pada awal bulan April 2017. “Peserta yang lolos dalam seleksi administrasi diminta melanjutkan penelitiannya,” terang M Nur Kholis yang juga Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dikatakan M Nur Kholis, ada rentang waktu kurang lebih tiga bulan bagi para peserta untuk menyempurnakan karya tulis ilmiahnya. Sebab, pengiriman naskah hasil penelitian baru dilakukan pada tanggal 3 14 Juli 2017 dalam format MS Word ke alamat email yang sama saat mendaftar.

Selain itu, hasil penelitian juga bisa dikirim via pos selambat-lambatnya 10 Juli 2017 (cap pos). Alamat pengiriman ditujukan kepada: PANITIA LKTI 2017, Subdit Kesiswaan Lantai VI Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat.

“Naskah hasil penelitian yang dikirim kepada panitia tidak sedang dilombakan di tempat lain pada saat yang sama dan atau belum pernah menjuarai lomba sejenis,” katanya.

“Peserta yang naskahnya lolos akan diumumkan dan diundang untuk mengikuti seleksi berikutnya pada minggu keempat bulan Juli 2017, berupa pameran, poster, dan presentasi hasil penelitian,” tambahnya.

Kasubdit Kesiswan Ditpenmad Ida Nor Qosim mengatakan, bidang lomba pada LKTI Siswa Madrasah Aliyah dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: IPA, IPS, dan Ilmu Keagamaan. Untuk kategori IPA meliputi: Astronomi, Fisika, Biologi, Kimia, Teknologi, dan Matematika. Kategori IPS terdiri dari: Ekonomi, Sejarah, Budaya, Psikologi, serta Sosiologi-Antropologi. Sedangkan kategori Ilmu Keagamaan mencakup: Quran Hadits, Akidah Akhlaq, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Ida mengatakan, puncak event tahunan ini akan diselenggarakan bersamaan dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di Yogyakarta pada Agustus 2017. Dalam kesempatan itu, para peserta yang lolos tahap final akan diundang untuk melakukan pameran, poster, dan presentasi hasil penelitiannya.

Sebelumnya, puncak LKTI Tahun 2015 digelar di Palembang bersamaan dengan kegiatan KSM di sana. Saat itu, Yusuf Farid Achmad dan Nurul Hikmah Ad-Della dari MAN 1 Yogyakarta berhasil menjadi juara LKTI Bidang Ilmu Pengetahuan Alam. Karya tulis mereka berjudul Green Inhibitor Agent: Pemanfaatan Limbah Daun Pepaya Sebagai Agen Anti Karat pada Berbagai Medium Korosif;

Untuk bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, predikat juara diraih Nurhayatul Ulfah dan Miranda Wulan Febria dari MAN 1 Banda Aceh dengan karya tulis berjudul Tragedi Keberadaan Barak Pasca 10 Tahun Tsunami Aceh (Penelitian di Barak Bakoy Desa Bakoy Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar).

Sedang juara pada bidang Ilmu Keagamaan diraih Muhammad Nabila K.H.J dan Zahrotus Saadah dari MAN 1 Tulungagung dengan karya tulis berjudul: Revitalisasi Peran Khalifatullah Fi Al-Ardh Dalam Konservasi Lingkungan Melalui Program E-Icon Kajian Al-Quran Surat Al Araf ayat 56.

Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan. (foto: ditpenmad)

 

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda